Simposium Internasional APGN, Titik Balik Kebangkitan Pariwisata NTB

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Walikota Mataram, H.Ahyar Abduh, Walikota Bima, Muhammad Lutfi dan pejabat lainnya bersama delegasi APGN 2019 pada Heritage Carnival menyambut simposium internasional APGN 2019 di NTB. Simposium internasional APGN dihadiri ratusan delegasi dari 30 negara di dunia. (Suara NTB/bay/diskominfotikntb)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berharap simposium internasional Asia Pacific Geopark Network (APGN) 2019 dapat menjadi titik balik kebangkitan pariwisata NTB. Ratusan delegasi dari 30 negara di dunia menghadiri simposium internasional APGN yang diselenggaran di NTB mulai 30 Agustus – 6 September mendatang.

‘’Ini menandakan bahwa NTB sudah pulih. NTB adalah salah satu daerah terindah di Indonesia. NTB memiliki budaya yang beragam di satu provinsi. Pokoknya semua hal tentang NTB bisa dilihat. Mudah-mudahan ini menjadi titik balik untuk kebangkitan pariwisata NTB,’’ ujar Wagub dikonfirmasi usai menghadiri acara Carnaval Heritage serangkaian pertemuan internasional APGN 2019 di Mataram, Minggu, 1 September 2019.

Pascagempa bumi yang merusak rumah dan fasilitas umum di tujuh kabupaten/kota di NTB 2018 lalu,  berdampak terhadap sektor pariwisata NTB. Karena banyak destinasi wisata yang rusak termasuk jalur pendakian ke Rinjani.

Baca juga:  Pascagempa, Sektor Pariwisata Perlihatkan Kemajuan Positif

Orang nomor dua di NTB ini mengatakan, Rinjani bukan saja tempat wisata. Tetapi Rinjani juga merupakan sumber ilmu pengetahuan. Diharapkan flora dan fauna yang ada di kawasan Geopark Rinjani serta geosite yang ada menjadi sumber ilmu pengetahuan.

‘’Kita harapkan flora dan fauna, semua keadaan geologi yang ada di Rinjani dan sekitarnya menjadi sumber ilmu pengetahun bagi kita dan anak-anak kita di masa mendatang,’’ harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata NTB, H.L. Moh. Faozal, S. Sos, M. Si mengatakan, salah satu tantangan terberat Geopark Rinjani adalah mempertahankan geosite, flora dan fauna yang ada di Rinjani. Selain itu, kawasan Rinjani harus dijaga, jangan sampai rusak akibat galian C dan lainnya.

Baca juga:  Peserta Rakernas MUI Betah Tinggal di NTB

Terkait dengan pelaksanaan Carnaval Heritage, Faozal mengatakan para delegasi dari berbagai negara di dunia merasa takjub. Karena pelibatan masyarakat yang begitu besar hanya ada di Geopark Rinjani.

Jumlah peserta yang mendaftar mengikuti simposium APGN 2019 sebanyak 600 orang lebih  dari 30 negara. Kegiatan simposium APGN di NTB menjadi istimewa. Karena Unesco akan memutuskan geopark yang turun kelas dan naik kelas. Selain itu, Unesco juga akan memutuskan dua geopark nasional yang diusulkan pemerintah pusat, yakni Geopark Toba dan Geopark Belitung. (nas)