Persoalan Krusial Tuntas, AMNT Didorong Percepat Pembangunan Smelter

Ridwan Syah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Persoalan krusial terkait dengan masalah pembebasan  lahan lokasi pembangunan smelter  sudah berhasil dituntaskan Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Sekarang, PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) didorong untuk mempercepat pembangunan smelter dan industri turunannya.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Smelter Pemprov NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP., mengatakan masalah pembebasan lahan sudah ada kesepakatan antara masyarakat dengan PT. AMNT beberapa hari lalu. Dengan demikian, pembebasan lahan ditargetkan tuntas tahun ini.

“Sehingga tahun depan, PT. AMNT harus membangun smelter itu. Dan secara paralel juga membangun industri turunannya,” kata Ridwan dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat, 23 Agustus 2019 siang.

Menurutnya, AMNT harus segera bergerak. Pasalnya, masalah lahan sudah selesai difasilitasi oleh Pemda KSB. Luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan smelter dan industri turunannya seluas 850 hektare.

Untuk lahan sebagai lokasi pembangunan smelter saja dibutuhkan lahan sekitar 200 hektare. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB ini mengatakan sudah disepakati besaran nilai pembebasan lahan untuk pembangunan smelter dan industri turunannya tersebut sesuai dengan hasil appraisal.

Sekarang, AMNT tinggal mengeksekusi atau melakukan pembayaran pembebasan lahan  kepada masyarakat terdampak. Ridwan menyebut sebelumnya masyarakat  di Desa Otak Keris melakukan penolakan. Namun, dengan fasilitasi Pemda KSB, masyarakat yang memiliki lahan di lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan smelter itu sudah sepakat melepaskan lahannya.  “Tinggal proses selanjutnya sampai penyelesaian pembayarannya,” katanya.

Pekan depan, Pemprov NTB berencana akan menggelar rapat koordinasi terkait percepatan pembebasan lahan ini. “Minggu depan kami akan kumpul lagi. Untuk mendetailkan lagi langkah berikutnya,” kata mantan Kepala Bappeda NTB ini.

Menurut Ridwan, pembangunan smelter harus sudah mulai dilakukan awal 2020. Apabila tidak dilakukan pembangunan pada 2020, maka AMNT tak akan bisa mengejar target waktu yang diberikan pemerintah pusat sesuai UU. Smelter tersebut harus sudah tuntas akhir 2021 dan beroperasi pada 2022.

“Titik krusialnya sudah bisa diselesaikan, masalah pembebasan lahan itu. Tinggal dibayar saja. Masyarakat sudah sepakat,” pungkasnya.

Pada Kamis (8/8) lalu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mendampingi Wakil Menteri ESDM, Dr. Archandra Tahar mengunjungi tambang  PT. AMNT di KSB.  Gubernur mengatakan konstruksi pembangunan smelter akan dimulai April 2020 mendatang.

Dr. Zul mengatakan progres pembangunan smelter AMNT di KSB  masih on the right track dan sesuai jadwal yang disepakati bersama. “Insya Allah bulan April tahun 2020, smelter mulai konstruksinya dibangun,” ujarnya.

Pemprov NTB sudah membentuk tim percepatan pembangunan smelter dan industri turunannya. Pembangunan smelter merupakan kewajiban perusahaan tambang sesuai amanat UU. Smelter AMNT yang ada di KSB harus beroperasi 2022 mendatang. Progres pembangunan smelter terus dikawal tiap bulan. PT. AMNT telah diminta melaporkan progres pembangunan smelter yang ada di KSB setiap bulan. (nas)