Kemenko Maritim Soroti Persoalan Sampah

Ilustrasi sampah di jalan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Koordinator (Kemenko) Maritim menyoroti masih adanya sampah di jalan-jalan protokol menjelang pelaksanaan simposium Asia Pacific Geopark Network (APGN) di NTB, 30 Agustus – 6 September mendatang. Karena ini menjadi wajah Indonesia, pihaknya meminta agar seminggu sebelum pelaksanaan kegiatan skala internasional itu dilakukan clean up, mulai dari Bandara Internasional Lombok sampai Lombok Raya yang menjadi pusat acara.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar fasilitas publik dan Gili Trawangan yang juga menjadi lokasi kegiatan dibersihkan dari sampah. ‘’Karena ini wajah kita, jadi harus kerja keras seminggu sebelym acara dimulai ada clean up di jalan-jalan. Dari arah bandara sampai Lombok Raya. Bahkan mungkin di area publik, Gili Trawangan juga harus kita lakukan tindakan kebersihan,” kata Kepala Bidang Jejaring Inovasi Maritim Kemenko Maritim, Dr. Anton Setyo Nugroho.

Hal tersebut dikatakan Anton pada rapat koordinasi teknis persiapan APGN 2019 di Mataram, Rabu, 21 Agustus 2019. Anton mengatakan, untuk membersihkan jalan-jalan yang dilalui ratusan delegasi dari 30 negara yang akan menghadiri simposium APGN 2019, Pemda perlu melibatkan anak-anak sekolah dan lainnya.

‘’Jadi mohon ini menjadi perhatian penting terkait dengan kebersihan ini,’’ ujarnya mengingatkan.

Pada kesempatan tersebut, Anton memuji persiapan panitia di NTB yang dinilai sudah cukup maksimal. Dikatakan, patokan penyelenggaraan APGN 2019 adalah kegiatan serupa yang dilaksanakan di Cina, dua tahun lalu.

Baca juga:  Dari Komunitas Sabisa dan Saber Sampah Menuju Sumbawa ‘’Zero Waste’’

Ia mengharapkan agar panitia memberikan pelayanan yang maksimal kepada para delegasi yang hadir. Sehingga mereka merasa nyaman dan enjoy menikmati somposium APGN yang ada di NTB.

Direncanakan ada beberapa menteri yang akan hadir pada acara pembukaan dan menjadi keynote speaker. Seperti Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Selain itu, panitia juga akan mengusahakan agar Presiden dapat hadir membuka acara tersebut.

Menko Maritim selaku Ketua Dewan Pengarah Komite Nasional Geopark Indonesia akan memberikan sambutan sekaligus me-launching Perpres No. 9 Tahun 2019. Dikatakan,

hanya Indonesia yang punya Perpres tentang pengembangan geopark di dunia.

Pada tanggal 31 Agustus – 2 September mendatang juga ada kegiatan yang cukup krusial. Pasalnya, Unesco akan memutuskan apakah dua geopark nasional, yakni Geopark Toba dan Belitung akan lolos menjadi geopark dunia.

‘’Dari lima destinasi super prioritas pariwisata di Indonesia, tiga adalah  geopark. Kami siap mendukung apapun yang siap dilaksanakan. Kami optimis pelaksanaan akan berjalan lancar. Dan melebihi ekspektasi APGN Cina,’’ tandasnya.

Sekda NTB yang diwakili Asisten II Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP mengatakan, kegiatan APGN 2019 yang dilaksanakan di NTB merupakan acara merah putih. Artinya, baru pertama kali Indonesia menjadi tuan rumah simposium APGN.

Baca juga:  Wujudkan Zero Waste; Siapkan Fasilitas Pendukung hingga Belajar ke Swedia

Untuk itu, Pemprov NTB bersama Pemda kabupaten/kota yang berada di Pulau Lombok bertekad menjadi tuan rumah yang baik. Ia mengatakan kegiatan tersebut harus sukses dari sisi penyelenggaraannya.

Ia meminta OPD terkait dan Pemda kabupaten/kota memperhatikan kesiapan infrastruktur dan kebersihan pada rute yang dilalui para delegasi simposium APGN selama berada di NTB. Ia juga meminta Balai Jalan agar membersihkan bahu jalan dari sampah. ‘’Ini tugas Dinas PUPR NTB dan Pemda kabupaten/kota,’’ katanya.

Selain itu, ia juga meminta kesiapan infrastruktur telekomunikasi benaribenar siap pada lokasi field trip di Kawasan Gunung Rinjani. Seperti Senaru, Gumantar dan Tiu Kelep Lombok  Utara, Lingsar Lombok Barat, Aik Berik Lombok Timur.

‘’Pastikan sinyalnya kuat, jangan lelet. Jangan sampai mereka  mengeluh, tak ada sinyal,’’ katanya.

Sampai Rabu, 21 Agustus 2019, jumlah peserta yang mendaftar mengikuti simposium APGN 2019 sebanyak 607 orang dari 30 negara. Ridwan menyebut jumlah peserta akan bertambah sampai 750 orang sampai menjelang hari pelaksanaan, 30 Agustus – 6 September mendatang.

Ia mengatakan,  kegiatan simposium APGN di NTB menjadi istimewa. Karena Unesco akan memutuskan geopark yang turun kelas dan naik kelas. Selain itu, Unesco juga akan memutuskan dua geopark nasional yang diusulkan pemerintah pusat, yakni Geopark Toba dan Geopark Belitung. (nas)