Rehabilitasi IC Dianggarkan Rp3 Miliar

Kerusakan pada dinding keramik di salah satu sudut Islamic Center yang menjadi tempat dilaksanakannya ibadah salat Idul Adha, baru-baru ini. (Suara NTB/aan)

Mataram (Suara NTB) – Air mancur yang berada di areal Islamic Center (IC) NTB tak berfungsi. Proyek tersebut dibangun tahun anggaran 2017 lalu termasuk basement parkir dengan nilai Rp 9,292 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir. H. Azhar, MM yang dikonfirmasi di Mataram mengatakan bahwa memang air mancur tidak berfungsi. Saat ini sedang dilakukan perbaikan.

Azhar menyebutkan, pada tahun anggaran 2019, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk rehabilitasi IC pascabencana. Anggaran sebesar itu akan dipergunakan untuk memperbaiki dinding-dinding pada bangunan IC yang rusak dan retak akibat gempa.

Termasuk juga untuk memperbaiki taman dan air mancur yang tak berfungsi. ‘’Sekarang akan diperbaiki (air mancurnya). Di sana sedang digali-gali,’’ kata Azhar.

Diketahui, proyek pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial IC (lanjutan) pada 2017 dialokasikan anggaran sebesar  Rp10 miliar lebih. Berdasarkan data LPSE NTB, lelang proyek ini diikuti 56 peserta. Proyek ini dimenangkan PT.DW dengan harga penawaran Rp 9,292 miliar.

Sedangkan untuk konsultan pengawas dengan pagu Rp 450 juta dimenangkan oleh CV.AT. Pengerjaan proyek ini sempat molor dari batas kontrak. Seharusnya, proyek ini harus tuntas  25 Desember 2017. Akibat molornya pengerjaan proyek tersebut, kontraktor kemudian dikenakan denda.

Ditanya penyebab tidak berfungsinya air mancur tersebut. Azhar hanya menjawab akibat bencana.’’Karena bencana,’’ katanya singkat.

Azhar menyebutkan anggaran yang dibutuhkan untuk rehabilitasi IC pascabencana sebenarnya Rp10 miliar. Tetapi tahun ini hanya dialokasikan Rp3 miliar.

Dengan anggaran sebesar Rp10 miliar, maka bagian atap juga akan bisa diperbaiki. Tetapi dengan alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar, maka tidak semua bagian-bagian yang rusak akibat gempa dapat diperbaiki.

Namun, ia mengatakan dengan anggaran sebesar Rp3 miliar tersebut, selain untuk memperbaiki dinding yang retak dan rusak, juga akan dipergunakan untuk memperbaiki taman dan air mancur.

Sementara itu, terkait dengan pengembangan IC ke depan, Azhar mengatakan pada 2020 mendatang direncanakan untuk penyelesaian gedung pendidikan dan penataan pusat kajian Islam di Masjid Attaqwa Mataram. Namun, berdasarkan hasil rapat pekan lalu, rencana penyelesaian gedung pendidikan dan pusat kajian Islam IC tersebut akan melihat kemampuan APBD.

Ia menyebutkan dibutuhkan anggaran yang cukup besar. Saat ini sedang dilakukan penyusunan Detailed Engineering Design (DED) terkait rencana pembangunan gedung pendidikan dan pusat kajian Islam IC NTB.

Namun yang jelas, kata Azhar, pada 2020 akan dilakukan pemagaran areal IC dan penataan taman. Dibutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar. (nas)