Gugur Tertembak, Jenazah Prajurit TNI asal Lotim Disambut Upacara Militer

Jenazah Pratu Sirwandi dimasukkan ke dalam pesawat untuk diterbangkan ke Lombok Minggu, 18 Agustus 2019. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pratu Sirwandi M. Sahidillah, prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) RK 751/VJS gugur setelah tertembak Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Sabtu, 17 Agustus 2019 sekitar Pukul 21.35 Wita.

Jenazah prajurit TNI asal Lombok Timur itu akan dibawa ke Lombok dan diperkirakan pesawat tiba Pukul 09.00 Wita  di Lombok International Airport (LIA).

Kapenrem 162/WB, Mayor Inf Dahlan, S.Sos menjelaskan, jenazah Pratu Sirwandi akan disambut dengan upacara militer di bandara,  sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terakhir kepada almarhum yang gugur dalam tugas. Demikian juga saat pemakaman di tempat asal korban, Desa Selawing Kecamatan Sakra Lombok Timur, akan dilepas dengan tembakan salvo.

“Penjemputan jenazah di Bandara rencana dipimpin Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yanshori dan jenazah almarhum Praka Sirwandi akan diberangkatkan ke rumah duka untuk diserahkan kepihak keluarga,” kata Kapenrem Minggu, 18 Agustus 2019.

Baca juga:  Mulai Luntur, Bakesbangpoldagri Bahas Penguatan Wawasan Kebangsaan

Informasi yang diterimanya, jenazah Pratu Sirwandi akan diterbangkan menggunakan pesawat komersil dari Bandara Sentani menuju Bandara Sultan Hasanudin Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu, 18 Agustus 2019.

Selanjutnya, pada Senin, 19 Agustus 2019 pukul 08.45 Wita, jenazah putra dari pasangan Baharuddin dan Ramlah itu akan diterbangkan dari Makassar ke LIA. Setelah disambut upacara, jenazah akan dibawa ke Desa Selawing, Kecamatan Sakra Selatan, Kabupaten

Lombok Timur.

“Pihak pengantar, Mayor Inf Rofi Irwansyah selaku Komandan Yonif RK 751/VJS dan Lettu Inf Rhizal Shanda Santoso selaku Danki D Yonif RK 751/VJS,” jelasnya.

Dahlan menjelaskan, jenazah prajurit TNI AD kelahiran 24 April 1996 itu sebelumnya disemayamkan di Markas Yonif RK 751/VJS, yang sebelumnya  disebut Yonif 751/R  di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua sebelum di bawa ke Lombok.

Pratu Sirwandi diketahui menderita luka tembak di dada dan perut setelah kontak senjaga dengan KKSB pimpinan Egianus Kogoya di sekitar Km 39 jalan Trans Wamena-Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Jumat, 16 Agustus 2019 sekitar pukul 15.30 WITA.

Baca juga:  Hati-hati Posting Status di Medsos

Saat itu korban bersama 12 personel lainnya, konvoi membawa logistik milik Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) dari Yonif 751/R ditembak secara sporadis oleh KKSB. Tiba tiba desing peluru dari arah jurang dan lembah yang mengapit jalan.

Sebanyak 12 personel turun dan bereaksi dengan membalas tembakan. Baku tembak berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Tembakan balasan dari para personel TNI membuat kelompok tersebut melarikan diri.

Setelah medan berhasil dikuasai, dua prajurit TNI dilaporkan menderita luka tembak. Pratu Pànji tertembak pada bagian lengan kiri dan Pratu Sirwandi tertembak pada bagian dada dan perut serta paha.

Pratu Sirwandi  sempat menjalani dua operasi di ruang ICU RSUD Wamena, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pukul 21.35 WITA. (ars)