Merawat Nasionalisme di Rinjani

Suasana khidmat upacara HUT RI di Pelawangan- Senaru. (Suara NTB/ars)

Tanjung (Suara NTB) – Para pendaki Rinjani tak ketinggalan ambil bagian merayakan HUT ke 74 Kemerdekaan RI. Bertempat di Pelawangan, digelar upacara sederhana namun tetap khidmat, sebagai bagian dari cara merawat nasionalisme.

Upacara sekitar Pukul 07.30 Wita diikuti sejumlah mahasiswa dan pendaki. Latar Gunung Baru Jari di Danau Segara Anak melengkapi suasana khidmat dalam panorama Rinjani yang eksotik.

Hadir juga petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pos Senaru. Spot upacara pada gundukan tanah sedikit datar tempat pemasangan CCTV, beberapa meter dari bibir kawah pada ketinggian 2.513 Mdpl. Tempat ini relatif paling tinggi dengan kawasan camping ground lainnya di sekitar Pelawangan.

Bendera merah putih diikatkan pada tali penyangga tiang CCTV.

Secara insidentil petugas upacara ditunjuk Alfin Hidayat salah seorang pendaki asal Mataram. Ia menuntun untuk memberi penghormatan pada bendera merah putih hingga menyanyikan mars Indonesia Raya. Setelah sekitar 30 menit upacara ditutup.

Nur Huda, salah seorang peserta upacara, ini mengakui ini merupakan pengalaman pertama baginya sekaligus berkesan. Karena pertama kali mendaki lewat jalur Senaru menuju Pelawangan.

“Kami memang datang untuk mendaki sekaligus mau upacara di Pelawangan,” katanya kepada Suara NTB. Nisa, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram terlibat sebagai peserta

upacara merasakan kesan yang sama. Pertama kalinya mendaki, sekaligus ikut upacara.

“Niatnya memang mau ikut upacara. Sekaligus nikmati pemandangan Danau Segara Anak,” tutur mahasiswi asal Karijawa, Dompu ini.

Petugas TNGR Johansyah usai upacara menyebut, momen upacara proklamasi Kemerdekaan RI yang setiap tahun berlangsung di Pelawangan sifatnya insidentil. Biasanya itu atas inisiatif dari para pendaki dan pada momen momen sebelumnya terlibat Porter.

Tahun ini diakuinya relatif sedikit karena pendaki domestik yang jadi penyelenggara kegiatan, tidak banyak yang lewat jalur Senaru – Pelawangan. Sebelum gempa meruntuhkan jalur jalur trekking, spot favorit untuk upacara di Danau Segara Anak.

“Setiap tahun upacara paling ramai di Danau Segara Anak. Biasanya bersamaan dengan even. Seperti even Tapak Rinjani beberapa tahun lalu,” ujarnya.

Terpisah Kepala Balai TNGR Sudiyono menyebut, upacara proklamasi di Rinjani memang tidak masuk dalam agenda even pihaknya karena hanya muncul dari inisiatif pendaki. Sesuai laporan diterimanya, untuk tahun ini upacara digelar di Pelawangan – Timbanuh atau jalur favorit domestik dari Timbanuh Kecamatan Pringgasela menuju Pelawangan Rinjani.

“Tahun ini yang upacara informasinya di Pelawangan jalur Timbanuh. Tidak ada yang di Danau karena kami masih tutup karena jalurnya berbahaya,” ujarnya. (ars)