Disos NTB Mulai Kewalahan Distribusikan Air Bersih

Wismaningsih Dradjadiah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Sosial (Disos) NTB mulai kewalahan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan. Untuk penanganan krisis air bersih di Pulau Sumbawa, Disos mengirim bantuan armada mobil tangki air bersih ke Bima, Dompu dan Sumbawa.

Kepala Disos NTB, Dra. T. Wismaningsih Dradjadiah mengatakan, beberapa kabupaten di Pulau Sumbawa diberikan bantuan mobil tangki, karena armada yang dimiliki terbatas. “Armada mereka sudah tidak cukup. Makanya kita tambah masing-masing satu unit,” kata Wismaningsih.

Memasuki puncak musim kemarau seperti saat ini, Wismaningsih mengaku pihaknya mulai kewalahan mendistribusikan air bersih ke masyarakat yang membutuhkan. Dari sisi anggaran pendistribusian air bersih, Disos masih punya anggaran.

‘’Distribusi air, kita juga lagi kewalahan. Maksudnya kita fokus di Pulau Lombok. Terus Sumbawa kita berikan tambahan armadanya,’’ katanya.

Ia menyebut armada mobil tangki air bersih yang ada di Disos NTB saat ini tinggal tiga unit. Setiap hari, Disos melalui Tagana mendistribusikan air ke daerah-daerah yang terdampak kekeringan di Pulau Lombok. Seperti Lombok bagian selatan dan Lombok Utara.

‘’Sudah banyak sekali kita kirimkan tiap hari air bersih ke masyarakat terdampak kekeringan. Kita memang lebih sering bersama kabupaten,’’ tandasnya.

Sampai bulan Agustus, jumlah air yang telah dikirimkan ke daerah-daerah terdampak di Pulau  Lombok mencapai 1.215.000 liter. Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Disos NTB, Chandra Aprinova, A.KS, M.P., menerangkan sampai saat ini pihaknya masih terus mendistribusikan air ke daerah-daerah menggunakan dana tanggap bencana yang dikelola Disos NTB.

Baca juga:  Kemarau Panjang, Warga Rebutan Air Bersih

Disebutkan,  air bersih yang telah didistribusikan di Lombok Timur sebanyak 720.000 liter dan Lombok Utara 420.000 liter untuk kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak bencana gempa.

Sedangkan Kabupaten Lombok Barat dikirimkan 15.000 liter air bersih untuk kebutuhan air wudhu dan konsumsi masyarakat dan Kota Mataram sejumlah 60.000 liter untuk memenuhi kebutuhan air wudhu di Islamic Center NTB.

Distribusi air bersih di Lombok Timur sendiri terpusat di Kecamatan Jerowaru. Rinciannya di Desa Serewe yaitu Dusun Kaliantan dengan 279 KK terdampak dikirimkan 120.000 liter air bersih, Dusun Serewe 675 KK 75.000 liter, Dusun Semerang 132 KK 75.000 liter, Dusun Temodo 288 KK 75.000 liter, Dusun Setapuk 57 KK 30.000 liter, dan Dusun Temodo Oleng 120 KK 30.000 liter.

Selanjutnya di Desa Sekaroh, yaitu di Dusun Telone 236 KK dikirimkan 45.000 liter air bersih dan Dusun Ujung Ketangga 286 KK 45.000 liter. Desa Batu Nampar Selatan, yaitu Dusun Batu Nampar Selatan 295 KK menerima 75.000 liter, Dusun Temayang 165 KK 30.000 liter, dan Dusun Batu Nampar Utara 275 KK 30 ribu liter. Desa Kwang Rundun, yaitu di Dusun Kwang Rundun 149 KK 30.000 liter, Dusun Kwang Rundun Timur 164 KK 30.000 liter, dan Dusun Kwang Rundun Utara 154 KK 30.000 liter.

Baca juga:  NTB Gelontorkan Rp1,8 Miliar untuk Bantuan Air Bersih

Di Kabupaten Lombok Utara pendistribusian air bersih dilakukan di Kecamatan Kayangan, yaitu di Desa Selengen, Dusun Sambil Jengkel Barat dan Dusun Panggung Tengah dengan masing-masing 100 KK terdampak kekeringan menerima masing-masing 45.000 liter air bersih. Desa Salut, yaitu Dusun Panggung Barat  110 KK, Dusun Lokok Mandi 120 KK, dan Dusun Musinjong 150 KK juga masing-masing menerima 45.000 liter. Dusun Lokok Baru 150 KK dan Dusun Sasalut Barat 100 KK masing-masing menerima 30.000 liter, Dusun Tanjung Besi 100 KK 60.000 liter, dan Dusun Tanak Sebang 150 KK 75.000 liter.

Di Kabupaten Lombok Barat distribusi air bersih dilakukan di Kecamatan Kediri, Desa Banyumulek. Tepatnya untuk kebutuhan di Masjid Al-Mustofah yang meminta 15.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan wudhu dan konsumsi 5.000 orang jemaah.

Mekanisme yang diterapkan dalam pendistribusian air bersih, adalah pengiriman air bersih untuk daerah yang mengirimkan surat permohonan atau daerah yang telah menetapkan status darurat kekeringan. Sampai saat ini diterangkan Chandra dana tanggap bencana untuk pendistribusian air tersebut telah terpakai 60 persen. (nas/bay)