ITDC Jamin Persiapan MotoGP Sesuai Jadwal

Ngurah Wirawan (Suara NTB/kir)

Mataram (Suara NTB) – PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menegaskan persiapan pembangunan sirkuit MotoGP di Kawasan The Mandalika Kuta tetap berjalan. Kendati pembebasan sisa lahan belum seluruhnya tuntas sampai saat ini. Demikian ditegaskan Direktur Kontruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan, kepada Suara NTB, Rabu, 14 Agustus 2019.

Ia menjelaskan, rencana pembangunan sirkuit MotoGP sampai sejauh ini tetap sesuai jadwal yang ada. Belum ada perubahan jadwal. Baik itu dari sisi persiapan ITDC maupun dari pihak Dorna. ‘’Sejauh ini belum ada perubahan jadwal terkait pembangunan sirkuit MotoGP. Semua masih sesuai jadwal,’’ tegasnya.

Dikatakan, lahan-lahan yang sudah dinyatakan clear saat ini sudah mulai dirapikan dan dipagari. Alat berat yang ada juga sudah mulai digerakkan. Karena memang untuk groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan sirkuit MotoGP direncanakan pada bulan Oktober mendatang.

Baca juga:  Menpora Tegaskan Kepastian MotoGP Mandalika

‘’Dengan beberapa kementerian terkait, kita sudah koordinasi terkait rencana groundbreaking yang direncanakan pada bulan Oktober mendatang,’’ imbuhnya. Itu sesuai dengan schedule awal yang sudah disiapkan. Karena sirkuit MotoGP tersebut ditargetkan sudah selesai akhir tahun 2020 mendatang.

Wirawan menjelaskan, dari 5 hektar sisa lahan yang harus dibebaskan untuk keperluan pembangunan sirkuit MotoGP, masih tersisa 3,5 hektar lagi. Sedangkan 1,5 hektar lainya sudah selesai dibebaskan. Tapi itu tidak akan menghambat rencana pembangunan sirkuit MotoGP.

‘’Mana lahan yang sudah selesai itu yang kita kerjakan dulu. Jadi pembebasan lahan nanti pararel dengan pembangunan sirkuit,’’ tegasnya. Karena kalau harus menunggu semua lahan selesai dulu, khawatirnya target penyelesaian pembangunan sirkuit MotoGP tidak akan tercapai.

Disinggung soal isu kalau balap MotoGP batal digelar di kawasan The Mandalika, Wirawan menegaskan informasi tersebut masih simpang siur dan tidak jelas sumbernya. Karena sampai saat ini, kontrak kerjasama penyelenggaraan balap MotoGP antara ITDC dengan pihak Dorna, masih efektif. Belum ada perubahan dari pihak Dorna.

Baca juga:  Pembayaran Lahan Proyek ‘’By Pass’’ LIA-KEK Dititip di Pengadilan

‘’Kontrak penyelenggaran balap MotoGP antara ITDC dengan Dorna masih aktif. Belum ada perubahan apapun terkait gelaran event MotoGP. Semua masih sesuai jadwal yang sudah disepakati,’’ imbuhnya. Jadi kalau ada informasi yang mengatakan balap MotoGP batal diselenggarkan di kawasan The Mandalika, itu tidak bisa dipertanggungjawabkan.

ITDC dengan pihak Dorna sendiri sudah menandatangani kontrak kerjasama penyelenggaraan balap MotoGP selama tiga tahun. Mulai tahun 2021 sampai tahun 2023 mendatang. Dengan nilai kontrak penyelenggaran pertahun mencapai 9 juta dolar Amerika. Jadi untuk menyelenggaraan balap MotoGP, ITDC harus membayar biaya penyelenggaraan mencapai 27 juta dolar Amerika. (kir)