Ketum Dekranas Dorong Perajin NTB Giat Bersaing

Ketum Dekranas, Hj. Mufidah Jusuf Kalla didampingi Ketum Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengamati kain tenun dan kerajinan ketak pada stand di Kantor Dekranasda NTB, Rabu, 14 Agustus 2019 siang. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Ketua Umum (Ketum) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Hj. Mufidah Jusuf Kalla mengatakan, industri kerajinan kriya merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang pertumbuhannya sangat cepat hampir di seluruh pelosok tanah air. Tidak terkecuali di NTB yang memiliki potensi sangat besar.

Ia mengatakan,  kehadiran Bale Kriya NTB ini membuktikan keseriusan Dekranasda NTB dalam menjalankan tugasnya.

Dikatakan, persaingan regional maupun internasional  sangat ketat. Sehingga diperlukan upaya-upaya nyata untuk mendorong para UMKM dan perajin yang ada di NTB  agar lebih giat lagi dan bersaing di pasaran. Karena perajin yang skala usahanya kecil dan menengah memiliki keterbatasan dari segi pemasaran, permodalan, dan manajemen usaha.

‘’Maka diperlukan sinergi dari berbagai pihak untuk melakukan upaya pembinaan dan pengembangan usaha perajin dalam mengatasi berbagai kelemahan dan permasalahan dihadapi oleh perajin,’’ kata Mufidah saat peresmian Kantor Dekranasda NTB di Mataram, Rabu, 14 Agustus 2019.

Ia menyambut baik dan memberikan apresiasi  kepada Dekranasda NTB yang telah membangun Bale  Kriya untuk menjalankan kegiatannya dalam membina dan mengembangkan produk kerajinan di NTB.

Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketum  Dekranas, Hj. Mufida Jusuf Kalla didampingi Ketua Dekranasda  NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dan disaksikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.M.Sc.

Baca juga:  Kembangkan Industri Tenun, NTB Targetkan Jadi Pusat ‘’Fashion’’ Muslim Dunia

Istri Wakil Presiden RI, Drs. H. M. Jusuf Kalla ini berharap Kantor Dekranasda yang baru diresmikan dapat sekaligus sebagai galeri untuk membantu pemasaran hasil produk para UKM perajin yang ada di NTB. Dan dapat menunjang sektor pariwisata khususnya dalam penyediaan souvenir, memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan melalui website.

Serta  semakin berperan dalam kemajuan bangsa melalui pengembangan dan pembinaan produk kerajinan yang dihasilkan oleh masyarakat yang membanggakan.

‘’Dengan mengikuti tren pasar yang sedang berlaku dapat pula dengan membuka website yang telah dimiliki oleh Dekranasda. Tidak kalah pentingnya juga agar Dekranasda NTB memanfaatkan pemasaran online, baik secara mandiri atau melalui market place seperti Bukalapak dan Shopee dan lainnya,’’ harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc  memaparkan khasanah budaya dari dua  pulau besar yang ada  di NTB. Beberapa hal yang  bisa menjadi kebanggaan NTB memiliki kekhasan pada tenunnya.

Sebagian besar dari produk kerajinan tenun tersebut, masih dilakukan secara tradisional. Oleh karena itu, para perajin di NTB masih membutuhkan arahan dari Dekranas agar produk tenun NTB bisa sejajar dengan produk lainnya.

Baca juga:  Kembangkan Industri Tenun, NTB Targetkan Jadi Pusat ‘’Fashion’’ Muslim Dunia

‘’Kami sangat membutuhkan bantuan, bimbingan dan arahan dari pusat, agar tenun NTB bisa sejajar dengan tenun lain dan diterima di berbagai kalangan,’’ kata Niken.

Istri Gubernur NTB ini  menjelaskan, pascagempa yang mengguncang Lombok tahun lalu,  Dekranasda NTB melakukan recovery dari beberapa UKM. Dan membantu untuk menghadirkan karya mereka di dalam maupun luar negeri. Ditegaskan, hambatan dan tantangan, tidak membuat Dekranasda NTB surut.

‘’Kami tetap membuat berbagai kegiatan pameran, sekali di Dubai yang berkenaan dengan Lombok Sumbawa Recovery Night. Rencananya dalam bulan Agustus nanti ada undangan dari Konjen RI di Darwin dan di Perth,’’ paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketum Dekranas, Hj. Mufidah Jusuf Kalla juga memberikan bantuan stimulan kepada pelaku industri kreatif yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur. Ia juga meninjau satu per satu stand produk kerajinan dari Dekranasda kabupaten/kota di NTB. Seperti proses pembuatan tenun, kerajinan ketak, dan mutiara. (nas)