Isu Gelaran MotoGP Diundur, Diduga Terkait Persaingan Bisnis

Ilustrasi MotoGP

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB membantah isu miring MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika batal digelar pada 2021 dan harus diundur sampai tahun 2022. Komisaris Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Drs.H.Lalu Gita Ariadi, M.Si menegaskan bahwa hal tersebut adalah berita lama dan telah diklarifikasi oleh pihak ITDC sendiri.

‘’ITDC NTB membantah MotoGP Indonesia bakal digelar pada 2022. Itu berita lama dan tidak akurat,’’ ujar Gita kepada Suara NTB, Rabu, 14 Agustus 2019 di Mataram. “Sudah dibantah Direktur ITDC dua minggu yang lalu,” sambungnya.

Baca juga:  Pemagaran Lahan Sirkuit MotoGP Berlanjut, Bupati Loteng Kumpulkan Anggota Forkompinda

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB tersebut pemberitaan miring itu semata-mata merupakan bentuk dari persaingan bisnis yang terjadi. Karena itu, diharapkan masyarakat tidak terpengaruh dan optimis pengerjaan sirkuit dan fasilitas pendukung tetap berjalan sesuai rencana.

‘’Semua masih sesuai rencana. Positive thinking (berpikir positif, Red) saja,’’ ujar Gita. Disebutnya sampai saat ini pihak ITDC sendiri masih dalam proses perencanaan pra-konstruksi, mulai dari proses lelang proyek pengerjaan dan lain sebagainya. ‘’Itu tidak seperti bikin nasi goreng,’’ tegasnya.

Baca juga:  Rp2,02 Triliun untuk Pengembangan KEK Mandalika

Gita sendiri berharap agar masyarakat tidak mudah termakan isu-isu miring terkait gelaran MotoGP, baik tentang proses pengerjaan maupun kapabilitas investor. Menurutnya, masyarakat harus ikut optimis dengan pembangunan yang tengah berjalan dan tidak termakan virus ketakutan yang berusaha ditebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

‘’Dorna dan ITDC akan keluarkan joint statement (pernyataan bersama) untuk menegaskan MotoGP 2021 masih on track (sesuai jadwal pengerjaan),” pungkas Gita. (nas)