Rekrutmen CPNS 2019 Dimulai Oktober

Seleksi CPNS Tahun 2018. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB telah mengusulkan 800 formasi CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB). Kendati demikian, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si menerangkan sampai saat ini, petunjuk dan tanggal pelaksanaan rekrutmen CPNS dan P3K tersebut belum ada dipastikan.

‘’Perkiraan di bulan Oktober sesuai informasi yang kita terima,’’ ujar Fathurrahman kepada Suara NTB, Senin, 12 Agustus 2019 di Mataram. Tahapan pertama yang baru dilalui oleh Pemprov NTB adalah input data terkait pemenuhan jabatan dan nomenklatur yang dibutuhkan daerah. Disebut Fathurrahman, salah satu yang ditunggu-tunggu pihaknya sampai saat ini adalah informasi terkait kuota penerimaan yang ditentukan oleh pusat, termasuk petunjuk teknis pelaksanaan.

Baca juga:  Rekrutmen P3K Direncanakan Pertengahan Agustus

Formasi yang telah diajukan, terdiri dari 500 formasi CPNS dan 300 formasi P3K. Sebagian besar masih ditujukan untuk menjaring tenaga guru dan kesehatan yang jumlahnya masih kurang di NTB. Diakui Fathurrahman, jumlah itu masih sangat sedikit dibandingkan dengan kebutuhan untuk mencukupi beban kerja yang masih membutuhkan 3.000 PNS.

Diterangkan Fathurrahman bahwa Pemprov mengusulkan formasi sesuai dengan surat edaran Men-PANRB tentang pengadaan ASN tahun 2019 yang menyatakan usulan formasi harus melihat kemampuan keuangan daerah. Di mana, rasio belanja pegawai terhadap belanja publik tidak boleh melebihi 50 persen.

‘’Kita melihat dari komposisi formulasi dari APBD, jadi jangan sampai juga walaupun kita dalam analisis beban kerja masih kurang SDM yang ada, tapi tentu patokannya juga harus dengan kemampuan keuangan,’’ ujarnya.

Baca juga:  Rekrutmen P3K Direncanakan Pertengahan Agustus

Fathurrahman berharap, agar pusat dapat mengabulkan permohonan kuota untuk 800 formasi yang telah diajukan. Mengingat jumlah tersebut telah didasarkan pada perhitungan rasio ABPD dan kebutuhan PNS di NTB.

Khusus untuk rekrutmen P3K, pemerintah berencana akan menghabiskan sisa eks honorer K2 yang tidak lulus seleksi pada rekrutmen sebelumnya. Diterangkan Fathurrahman, sebanyak 288 orang terdiri dari 234 eks honorer K2 tenaga pendidik dan kesehatan. Kemudian sisanya merupakan eks honorer K2 tenaga teknis.

Untuk peserta yang lulus rekrutmen P3K tahap I sendiri disebut Fathurrahman masih menuggu Nomor Induk Pegawai (NIP) yang sedang diproses di Kementerian. Untuk itu pihaknya terus berkoordinasi guna memastikan kapan waktu tepatnya proses penempatan peserta P3K mulai dilaksanakan. (bay)