Son Diamar Tanggapi Isu Miring Sungdong

Najmul Akhyar dan Son Diamar (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Direktur PT. Diamar Mitra Kayangan (SMK) selaku pemegang izin Bandar Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) memberi tanggapan terkait isu miring yang menyentil PT. Sungdong Shipbuilding & Marine Engineering Co., selaku calon investor Global Hub. Menurut dia, perusahaan asal Korea yang sudah melakukan MoU (Nota Kesepahaman) dengan Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Utara itu, sudah berkomitmen untuk berinvestasi di Lombok Utara.

“Kalimat pendek, cerdas dan bijaksana, Sungdong memang menghadapi masalah di Korea, ingin pindah ke Lombok. Setelah memilih di antara beberapa provinsi, bahkan negara, mereka ingin bangkit kembali dengan sumber dana sudah jelas tersedia. Bangkit di Lombok, ini peluang untuk Lombok,’’ tegas Son Diamar saat dikonfirmasi via Whats App, Jumat, 9 Agustus 2019.

Ia menepis keras adanya pemberitaan mengenai Sungdong yang dicuatkan salah satu media online,  tertanggal 14 Juni lalu. Di mana salah satu poinnya menyebutkan, Sungdong ditempatkan di bawah kurator pengadilan pada Maret 2018 dan menempatkan perusahaan itu berada diambang kebangkrutan.

Ia menjelaskan, info negatif mengenai Sungdong menjadi catatan di mana dalam bisnis galangan kapal di Global Hub terdapat persaingan antar perusahaan. Selain Sungdong, catatan serupa (isu negatif) pernah terjadi pada perusahaan lain yang juga besar yaitu Hanjin. Saat itu, Hanjin menghadapi masalah di Korea dan memutuskan pindah ke Filipina. Di negara yang kini dipimpin Rodrigo Duterte itulah, Hanjin justru eksis dan tumbuh besar.

‘’Sungdong ini bukan perusahaan ecek-ecek. Ini perusahaan terbesar dan tercanggih. (Dia) bermasalah karena depresi global, order pembuatan kapal batal karena harga (bahan baku) mahal,’’ jelasnya.

Di samping itu, cost produksi pada item biaya pekerja di negara Korea juga sangat mahal, yakni mencapai 10 kali lipat dari biaya tenaga kerja di Indonesia. Di saat bersamaan, Pemerintah Korea juga tidak lagi memberikan insentif fiskal (pajak) yang sekarang

dirong-rong oleh industri automotif dan IT.

‘’Makanya ingin ke luar, kita tinggal terima. (Investasi Sungdong) Tumbuhkan 40 ribu tenaga kerja kapal dan 100 ribu tenaga kerja komponen. Sungdong akan melatih SDM kita di industrinya di Korea sambil membangun yang di Lombok,’’ tegasnya lagi.

Direktur PT. Diamar Mitra Kayangan ini heran, publik dalam negeri justru meributkan isu negatif yang belum tentu benar. Isu itu menurut dia, bisa saja dimunculkan oleh oknum yang ingin menggagalkan investasi Sungdong di Lombok Utara khususnya dan NTB pada umumnya.

‘’Akan(kah) kita biarkan pindah ke Filipina atau Vietnam? Kenapa kok kita ikut membangun opini di masyarakat jadi tidak percaya sebelum kerja. Padahal  mereka serius akan berbuat, dalam waktu 10 hari Sungdong akan datang,’’ ujarnya meyakinkan.

Ia mengajak publik di NTB untuk memadamkan isu negatif Sungdong yang sengaja diviralkan. Isu tersebut secara langsung kontra produktif dengan keinginan Sungdong yang ingin berinvestasi secara serius.

Agar dijelaskan ke publik, kata Don Diamar, bahwa masalah Sungdong di negerinya merupakan peluang bagi pemerintah daerah untuk menerimanya.

‘’Sungdong sedang bekerja siapkan dana. (Kalangan) Intelektual, pemerintah, dan Pemda, serta pers justru harus membantu wujudkan dan membuat sejuk,’’ harapnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., usai mutasi ASN Jumat kemarin mengatakan tetap akan memberi kesempatan kepada Sungdong. Baginya, isu miring yang dibuatkan terkait investor tersebut harus dibuktikan.

‘’Jadi (investasi) ini sama dengan politik lah, jadi ada trik-trik (menggagalkan, red). Ini investor besar datang, ada investor lain yang mungkin merasa ditinggalkan, ya seperti itulah,’’ ucap Najmul.

Ia meyakini, langkah Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, dan dirinya yang sudah menandatangani MoU sudah tepat. Kalaupun ada isu miring, Najmul setengah bercanda menjawab santai. ‘’Ya, kemiringannya harus kita ukur berapa derajat,’’ guraunya berlalu menuju ruang kerja. (ari)