Konstruksi April 2020, Pemprov Kawal Progres Pembangunan Smelter

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, mendampingi Wakil Menteri ESDM, Archandra Tahar mengunjungi tambang  PT. AMNT di KSB, Kamis, 8 Agustus 2019 siang. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mendampingi Wakil Menteri ESDM, Dr. Archandra Tahar mengunjungi tambang  PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kamis, 8 Agustus 2019 siang. Konstruksi pembangunan smelter akan dimulai April 2020 mendatang.

Dr. Zul mengatakan, progres pembangunan smelter AMNT di KSB  masih on the right track dan sesuai jadwal yang disepakati bersama. ‘’Insya Allah bulan April tahun 2020, smelter mulai konstruksinya dibangun,’’ ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas ESDM NTB, Ir. Zainal Abidin, M. Si yang dikonfirmasi mengatakan, pembangunan smelter terus dikawal. Bahkan Pemprov sudah membentuk tim percepatan pembangunan smelter dan industri turunannya.

Zainal mengatakan, pembangunan smelter merupakan kewajiban perusahaan tambang sesuai amanat UU. Smelter AMNT yang ada di KSB harus beroperasi 2022 mendatang.

‘’Semua harus kita kawal. Kita tetap bergerak dalam tim percepatan yang dibentuk oleh Pak Gubernur,’’ kata Zainal.

Progres pembangunan smelter terus dikawal. PT. AMNT telah diminta melaporkan progres pembangunan smelter yang ada di KSB setiap bulan. ‘’Perkembangannya itu bagaimana. Yang jelas kan yang ngawal itu kita sama UU. Ini wajib dibangun. Pokoknya 2022 harus sudah beroperasi itu,’’ terangnya.

Baca juga:  Pembebasan Lahan Smelter Akhirnya Disepakati

Disinggung kendala-kendala yang dihadapi AMNT untuk pembangunan smelter tersebut. Zainal mengatakan, tidak ada kendala yang berarti dihadapi perusahaan tersebut. Artinya, kalaupun ada kendala teknis, masih dapat diantisipasi dan diselesaikan oleh mereka.

Berdasarkan laporan yang diterima Kementerian ESDM, progres pembangunan smelter di KSB saat ini baru 13,7 persen. Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba, Ir. Yunus Saefulhak, MM mengatakan,  Kementerian ESDM terus mengawasi dan mengawal pembangunan smelter di KSB.

Ia mengatakan PT. AMNT masih punya waktu dua tahun lebih untuk menuntaskan kewajibannya membangun smelter. Sesuai ketentuan, smelter di KSB harus tuntas Januari 2022.

Sementara itu, Presiden Direktur PT. AMNT, Rachmat Makassau saat rapat koordinasi membahas pembangunan smelter di Kantor Gubernur, Mei lalu menjelaskan, pihaknya sedang fokus untuk memastikan penyediaan tanah seluas 1.200 hektar untuk lokasi pembangunan smelter dan industri turunannya. Termasuk yang menjadi fokus pihaknya adalah membangun smelter.

Apabila smelter sudah terbangun di KSB. Maka ada produk ikutannya yang dapat dimanfaatkan untuk industri semen, pupuk dan kabel. Hal yang menjadi tugas bersama bagaimana memastikan produk-produk ikutan yang dihasilkan dapat diproses di NTB. Artinya, produk ikutan untuk industri semen, pupuk dan kabel tersebut harus ada di NTB.

Baca juga:  Pembebasan Lahan Smelter Akhirnya Disepakati

Rachmat menegaskan, PT. AMNT sudah berkomitmen membangun smelter di NTB. Termasuk soal pembangunan industri turunan, pihaknya sudah membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan calon investor yang berminat seperti PT. Semen Indonesia dan PT. Pupuk Indonesia.

Karena smelter itu akan dibangun sendiri, Rachmat menyebutkan kapasitas yang akan dibangun sebesar 1,3 juta ton. Sebelumnya, PT. AMNT berencana akan membangun smelter dengan kapasitas 2,6 juta ton konsentrat per tahun.

Saat ini proses pengembangan sudah dalam tahapan Front End Engineering Design (FEED) yang dilakukan bersama Outotec sebagai salah satu teknologi provider terdepan dalam industri smelting dan refining. Fasilitas peleburan dan pemurnian emas dan tembaga dengan kapasitas 1,3 juta ton konsentrat tersebut dibangun di KSB, direncanakan awal 2020 sudah mulai konstruksi. Ditargetkan pertengahan 2022, smelter tersebut sudah selesai dibangun.(nas)