Gali Situs Kerajaan Kuno Pamatan, Pemprov Gandeng Badan Geologi dan Puslit Arkenas

Ilustrasi situs kerajaan kuno (pexels)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB akan menggandeng Badan Geologi Kementerian ESDM dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) Kemendikbud untuk menggali situs kerajaan kuno Pamatan di Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng). Penggalian awal situs kerajaan kuno yang tertimbun letusan Gunung Samalas yang sekarang disebut Gunung Rinjani akan melibatkan para arkeolog nasional.

‘’Kita akan melakukan ekskavasi awal. Ekskavasi awal itu harus kerjasama dengan tenaga ahli dari Arkeologi Nasional (Arkenas). Nanti kita berkoordinasi dengan Arkenas dan Badan Geologi,’’ kata Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Ir.Zainal Abidin, M. Si dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 7 Agustus 2019.

Sebelumnya, Zainal mendampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dan salah satu Deputi Menko Maritim dan Sumber Daya meninjau lokasi yang diindikasikan sebagai situs kerajaan kuno Pamatan di Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Loteng.

Zainal menjelaskan, dalam waktu secepatnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Geologi dan Puslit Arkenas. Karena gubernur telah memerintahkan agar segera dilakukan penggalian awal terhadap kampung bersejarah tersebut.

Ia menuturkan ekskavasi awal dengan melibatkan Badan Geologi dan Puslit Arkenas pernah dilakukan ketika meneliti situs bersejarah di kawasan Gunung Tambora. Apa yang akan dilakukan ini baru tahap awal. Sehingga akan dilakukan koordinasi dengan pemilik tanah. Kemudian Badan Geologi dan Puslit Arkenas.

‘’Nanti yang akan memutuskan itu dari Arkenas, di sana ahlinya. Karena itu tak seperti kita menggali sumur,’’ terangnya.

Zainal menambahkan, belum diketahui seberapa luas situs kerajaan kuno Pamatan yang ada di lokasi tersebut. Tetapi yang baru kelihatan sekitar 2 hektare. Dalam perkembangannya, bisa saja semakin meluas ke tempat lain. Apalagi kalau di sana ada indikasi bekas pemukiman. ‘’Kalau di Tambora dulu kita melakukan georadar ada 10 hektare,’’ sebutnya.

Lokasi yang diindikasikan situs kerajaan kuno Pamatan merupakan bekas galian C. Saat ini pada lokasi tersebut sudah tak ada lagi aktivitas galian C. Karena merupakan salah satu situs geopark Rinjani, maka badan pengelola yang nantinya akan berperan di sana.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc memerintahkan Dinas ESDM melakukan penggalian awal situs kerajaan kuno di Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Kerajaan kuno yang bernama Pamatan tersebut tertimbun letusan Gunung Samalas.

Gubernur menceritakan pada Selasa (6/8) pagi, ia menemani salah satu Deputi Menko Maritim dan Sumber Daya mengunjungi Desa Tanak Beak, Lombok Tengah dalam rangka menyambut Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium ke-6 yang akan dilaksanakan di Lombok, September mendatang.

Dikatakan, situs kerajaan kuno Pamatan tersebut sekarang ini tertimbun pasir dengan kedalaman sekitar 15 meter. Lokasi tersebut menjadi tempat orang menambang pasir. Setelah dilakukan penggalian, ternyata di bawahnya ditemukan gerabah atau simbol-simbol peradaban. (nas)