Cek Rehab Rekon Gempa, Kasad Evaluasi Kinerja Prajurit TNI

Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa didampingi Gubernur NTB, H. Zulkeflimansyah, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny  Soesatyo, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dan Kalak BPBD NTB H. Ahsanul Khalik saat mengecek langsung kegiatan rehab rekon di Lingkungan Gontoran Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad)  Jenderal TNI Andika Perkasa mengecek langsung perkembangan pengerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) Lombok. Ia sekaligus mengevaluasi kinerja ribuan personel TNI AD yang disebar untuk membantu percepatan pembangunan rumah tahan gempa (RTG).

Jenderal bintang empat itu tiba di Lingkungan Gontoran, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram Selasa, 6 Agustus 2019  sore,  didampingi Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP, Gubernur NTB Dr. H.Zulkieflimansyah, SE.M.Sc, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh,  Kepala Pelaksana BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, S.Sos.,MH.

Kasad mengecek personel yang didominasi pasukan dari unsur Zeni Tempur (Zipur) Kostrad yang sedang sibuk bekerja. Andika sempat berdialog dengan para personel yang sedang mengerjakan RTG, termasuk dialog dengan warga yang menerima bantuan.

Gubernur dan Pangdam juga terlihat memberikan informasi tambahan.  Selain berdialog dengan warga penerima bantuan, Kasad juga bertemu langsung dengan sejumlah fasilitator terpadu dari unsur sipil yang selama ini membantu percepatan RTG.

Baca juga:  Hati-hati Posting Status di Medsos

Jenderal Andika menyusuri lorong sempit di pemukiman padat penduduk itu, melihat langsung pembangunan RTG untuk kategori rumah rusak berat, termasuk rumah rusak ringan dan sedang. Ia sempat menyapa dan memberi semangat kepada personel yang sedang bekerja.

Kepada wartawan usai  pengecekan lapangan, Kasad mengaku melihat langsung kinerja prajurit TNI AD yang diperbantukan dalam kegiatan rehab rekon. ‘’Saya evaluasi internal kami saja, seperti apa kegiatan kegiatannya di sini,’’ kata mantan Kepala Dinas Penerangan TNI

Angkatan Darat (Kadispenad) ini.

Dari informasi diperolehnya, ada 1000 personel TNI AD dari Mabes TNI yang diperbantukan di Lombok dan Sumbawa. Ini belum termasuk 1000 personel dari Korem 162/WB dan jajaran.   Personelnya berjibaku dengan rumah rusak  akibat gempa magnitude 7,0 tanggal 5 Agustus 2018 lalu.  ‘’Saya lebih melihat prajurit-prajurit TNI AD yang diperbantukan. Secara umum mereka sudah bekerja dengan baik,’’ tandasnya.

Jika dalam evaluasi nanti masih ada kekurangan personel, pihaknya siap membantu. ‘’Kalau 1000 personel ini kurang, siap kita kirim lagi dari pusat.  Kita siap kirim dari pusat kalau ada permintaan dari gubernur dan walikota,’’ ujarnya.

Baca juga:  Mulai Luntur, Bakesbangpoldagri Bahas Penguatan Wawasan Kebangsaan

Ditanya soal faktor penghambat, apakah ada penindakan kepada aplikator nakal? Jenderal Andika memilih tidak merespons karena  berkaitan dengan kinerja jajarannya. Hanya saja, Ia tidak ingin upaya percepatan yang dilakukan jajarannya ada penghambat.

‘’Soal aplikator bermasalah?  Saya evaluasi internal kami saja. Jangan sampai pekerjaan yang kami kerajaannya akhirnya tidak cepat,’’ tegasnya.

Bagi aplikator bermasalah atau bahkan fasilitator yang bermain, ia menyerahkan sepenuhnya pada pihak yang berwenang di NTB. ‘’Biarkan pihak-pihak yang berkompeten menangani,’’ tandasnya.

Namun pada intinya, ia siap membantu mengurai hambatan hambatan teknis dalam upaya percepatan. Disyukurinya, progres pekerjaan sudah mencapai seperempat dari total 222 ribu lebih rumah rusak akibat gempa.

Kasad menurut rencana akan melanjutkan kunjungannya Rabu, 7 Agustus 2019 ke Lombok Timur dalam rangka kegiatan penutupan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD). (ars)