Gubernur Perintahkan Penggalian Awal Situs Kerajaan Kuno Tertimbun di Loteng

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah bersama Deputi Menko Maritim dan Sumber Daya mengunjungi Desa Tanak Beak, Lombok Tengah, Selasa kemarin. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc memerintahkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan penggalian awal situs kerajaan kuno di Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng). Kerajaan kuno yang bernama Pamatan tersebut tertimbun letusan Gunung Samalas yang sekarang jadi Gunung Rinjani.

‘’Saya perintahkan Dinas ESDM hari ini untuk melakukan penggalian awal. Supaya menemukan apa sih yang ada di sana,’’ kata gubernur dikonfirmasi di kantor Gubernur, Selasa, 6 Agustus 2019 siang.

Gubernur menceritakan pada Selasa, 6 Agustus 2019 pagi, ia menemani salah satu Deputi Menko Maritim dan Sumber Daya mengunjungi Desa Tanak Beak Lombok Tengah dalam rangka menyambut Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium ke-6 yang akan dilaksanakan di Lombok, September mendatang.

Dikatakan, situs kerajaan kuno Pamatan tersebut sekarang ini tertimbun pasir dengan kedalaman sekitar 15 meter. Lokasi tersebut menjadi tempat orang menambang pasir. Setelah dilakukan penggalian, ternyata di bawahnya ditemukan gerabah atau simbol-simbol peradaban.

Baca juga:  Alibaba Business School Siap Terima Mahasiswa NTB

‘’Bahkan menurut Deputi Menko Maritim, (penemuan) ini jauh lebih canggih dibanding situs Gunung Padang. Dan belum ada yang menulis ceritanya,’’ ungkap Dr. Zul.

Untuk itulah, ia meminta Dinas ESDM melakukan penggalian

awal terhadap situs kerajaan kuno yang sekarang menjadi salah satu situs Geopark Rinjani. Dr. Zul berharap masyarakat tidak salah persepsi dengan penggalian yang akan dilakukan.

Jangan sampai kemudian masyarakat mengira seakan-akan dilakukan penggalian karena ada harta karun di dalamnya. Penggalian yang dilakukan untuk mencari situs kerajaan kuno Pamatan yang tertimbun akibat letusan Gunung Samalas.

‘’Kalau kita temukan barang usianya itu akan menghadirkan banyak cerita baru. Tentang corak manusia yang hidup. Jangan-jangan peradaban kita jauh lebih hebat dibandingkan Mesir. Tapi kita belum tahu,’’ katanya.

Baca juga:  Gubernur Ingin Pastikan Desa-desa di NTB Ramah Investasi

Dr. Zul menyatakan, letusan Gunung Rinjani (Samalas) 1257, ternyata sangat dahsyat. Dan  lebih hebat dibandingkan letusan Gunung Tambora dan Gunung Krakatau.

Kerajaan Pamatan tertimbun letusan tersebut. Daerah tempat berdirinya Kerajaan Pamatan, sekarang dipenuhi pasir, dan setelah para penambang menggali kira-kira lebih dari  15 meter, maka akan ketemu tanah asli Kerajaan Pamatan.

‘’Jadi pasir yang digali dan ditambang masyarakat itu adalah pasir yg menutup kampung dan kerajaan hebat ini,’’ kata Dr. Zul.

Kampung bersejarah yang berada di Desa Tanak Beak  tersebut meninggalkan banyak artefak bersejarah dan peninggalan-peninggalan  lain. Yang  akan menguak banyak cerita dan kisah tentang masa lalu Pulau Lombok, NTB. (nas)