NTB, Pemprov Pertama di Indonesia Gunakan E-Kinerja dengan Metode BSC

Wagub didampingi  Asisten II Setda NTB, H.Ridwansyah, Asisten I, Hj. Eva Nurcahyaningsih  dan Asisten III Hj. Hartina, saat bertemu Menteri PANRB, Syafruddin, Senin, 5 Agustus 2019. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB terus berbenah dalam meningkatkan tata kelola pembangunan agar fokus pada pencapaian indikator RPJMD NTB untuk mewujudkan NTB Gemilang. Di antara langkah konkret yang akan dilakukan adalah penggunaan aplikasi E-Kinerja dengan metode Balance Score Card (BSC) yang diintegrasikan dengan sistem pengukuran kinerja para pejabat struktural beserta seluruh  ASN pengelola kegiatan dan penyelenggara pelayanan publik.

BSC merupakan sistem manajemen strategis/aplikasi yang dapat membantu menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas, indikator internal dan eksternal, indikator keuangan dan non-keuangan, dan indikator sebab dan akibat. Serta dapat diterapkan  tidak hanya pada saat menyusun rencana alokasi anggaran dan menyusun manajemen kinerja. Melainkan juga untuk sosialisasi terhadap kebijakan baru, memperoleh umpan balik serta meningkatkan kapasitas dan aktivitas kinerja SDM.

Senin, 5 Agustus 2019 Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bertemu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Drs. Syafruddin, M. Si di Ruang Tamu Menteri PANRB Kantor Kementerian PANRB Jakarta. Agenda utamanya adalah pemaparan E-Kinerja berbasis BSC di NTB.

Baca juga:  Gubernur Ingin Pastikan Desa-desa di NTB Ramah Investasi

Wagub menyampaikan kepada Menteri Syafruddin, penerapan E-Kinerja berbasis BSC ini merupakan terobosan baru di NTB dalam upaya mempermudah monitoring dan evalusasi terhadap semua program yang ada di lingkup Pemprov NTB.

‘’Bapak Menteri, kami sampaikan bahwa, BSC ini terobosan baru yang coba kami lakukan dalam upaya untuk meningkatkan tata kelola pembangunan dan transparansi penyelenggaraan program-program di seluruh OPD lingkup Pemprov NTB,’’ papar Wagub.

Asisten II Setda NTB Ir. H.

Ridwansyah yang ikut mendampingi Wagub menambahkan, melalui BSC ini, maka semua sumber daya  ikut bergerak dan berperan, termasuk ikut memantau. ‘’Melalui BSC ini, kepala daerah setiap saat dapat mengetahui progress pelaksanaan program/kegiatan dan program-program unggulan di semua OPD,’’ tambahnya.

Demikian juga para Kepala Perangkat Daerah, lanjut Ridwansyah dapat memantau kinerja bawahannya dan seterusnya, sehingga ketika terjadi permasalahan, dapat segera diatasi.

‘’Dengan menggunakan aplikasi BSC, maka seluruh rincian program/kegiatan dan alokasi anggarannya serta progres/capaian kinerja dari tiap-tiap pejabat di seluruh perangkat daerah sebagai pengelola atau penanggungjawab kegiatan, dapat dipantau secara riil time oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda dan para Kepala OPD melalui dashboard/layar pemantau yang ada diruang pimpinan,’’ jelasnya.

Baca juga:  Wagub NTB : BKOW Bisa Jadi Kekuatan Pembangunan

Menanggapi penjelasan tentang BSC tersebut, Menteri Syafruddin menyampaikan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh NTB ini.

‘’Sistem ini sangat bagus untuk diterapkan oleh instansi pemerintahan dan saya sangat mengapresiasi terobosan bagus dari pemerintah NTB ini,’’ tuturnya. Menteri Syafruddin berpesan, Pemprov NTB harus dapat menggandeng seluruh kabupaten/kota yang ada di NTB untuk juga menggunakan sistem BSC ini.

‘’Pemprov NTB harus bisa juga mengajak para Bupati dan Walikota untuk menggunakan BSC ini,’’jelasnya.  Saat ini, Pemprov NTB menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menggunakan E-Kinerja dengan metode BSC ini.

Selain Asisten II Setda NTB, hadir juga mendampingi Wagub, Asisten I, Dra.Hj.Eva Nurcahyaningsih M.Si dan Asisten III Ir.Hj.Hartina M.Si. (r)