Wapres Minta Koreksi Data Anomali Korban Gempa

M. Jusuf Kalla (Suara NTB/ist)

Wakil Presiden (Wapres) RI, Drs. H. M. Jusuf Kalla (JK) mengatakan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehab Rekon) pascagempa NTB telah berjalan sesuai dengan waktu yang diharapkan. Bahkan Wapres menyebut, progres rehab rekon rumah masyarakat yang rusak akibat gempa sudah berproses 80 persen.

‘’Iya, sekarang sudah mencapai 80 persen yang berproses,’’ kata Wapres usai peresmian sekolah dan masjid ramah gempa di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) NTB, Sabtu, 3 Agustus 2019.

Terhadap masyarakat yang belum mendapatkan dana bantuan perbaikan rumah. Wapres mengatakan saat ini sedang dilakukan verifikasi dan validasi data.

‘’Memang ada data-data anomali. Kita koreksi kalau ada yang salah,’’ jelas orang nomor dua di Indonesia ini.

Pada kesempatan tersebut Wapres JK berterima kasih kepada aparat terutama TNI, Kementerian PUPR dan Pemda yang ikut membantu proses rehab rekon pascabencana gempa NTB. Sehingga proses rehab rekon di NTB sesuai dengan waktu yang diharapkan.

‘’Karena tanpa keterlibatan seluruh masyarakat dan aparat khususnya TNI, PU dan pengusaha daerah. Kita tidak bisa menyelesaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana ini,’’ katanya.

Baca juga:  Data Anomali Gempa Jadi Temuan BPKP

JK menyampaikan, penghargaan kepada semua pihak yang ikut terlibat mengurangi kesulitan masyarakat NTB akibat gempa tahun lalu. Kebersamaan dan keikhlasan dalam penanggulangan bencana gempa di NTB  tercermin dari kerjasama seluruh pihak.

Dikatakan, di mana pun di dunia ini keberadaan PMI untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan, terkena bencana. Sehingga ia memberikan apresiasi kepada PMI NTB yang hadir sejak awal di masyarakat ketika gempa akhir Juli 2018 lalu.

Baik memberikan bantuan kesehatan, peralatan serta bantuan lainnya. Termasuk operasi bantuan air bersih yang masih berjalan. Begitu juga membantu masyarakat memperbaiki sekolah dan masjid yang rusak akibat gempa.

Setiap terjadi bencana, fasilitas publik seperti sekolah harus cepat diperbaiki. Menurut Ketua Umum PMI Pusat ini, sekolah bermakna masa depan. Apabila tidak segera diperbaiki. Berarti menunda kesempatan masa depan generasi muda.

‘’Karena itulah makanya PMI selalu ada di manapun. Yang pertama kita atasi adalah tanggap darurat, setelah itu rehabilitasi daripada infrastruktur yang ada khususnya pendidikan, rumah sakit dan rumah ibadah,’’ terangnya.

Baca juga:  Korban Gempa Jatuh Miskin Harus Dibantu Bersama

Di samping itu juga membantu pemerintah dalam melakukan perbaikan perumahan masyarakat.  ‘’Dan saya sudah mendapat laporan dari Gubernur NTB, bahwa pembangunan perumahan, rumah tahan gempa sudah sesuai dengan waktu yang kita harapkan,’’ ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH menyampaikan progres rehab rekon pascagempa NTB sampai Sabtu (3/8). Dari Rp5,1 triliun lebih dana bantuan yang diberikan pemerintah pusat, sebesar Rp4,864 triliun lebih telah disalurkan ke masyarakat.

Sementara dana yang masih berada di rekening masyarakat sebesar Rp800 miliar lebih. Sedangkan dana yang sudah ditransfer ke rekening Pokmas sebesar Rp4,063 triliun.

Ahsanul menyebutkan rumah dalam pengerjaan sebanyak 97.984 unit. Dengan rincian, rumah kategori rusak berat 41.556 unit, rusak ringan 14.818 unit dan rusak ringan 41.610 unit. Sedangkan rumah yang sudah selesai dibangun sebanyak 60.010 unit. Terdiri dari rumah kategori rusak berat 15.093 unit, rusak sedang Rp10.447 unit dan rusak ringan 34.470 unit. (nas)