Status Gunung Rinjani Waspada Level II

Ilustrasi Pendakian Gunung Rinjani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Selain Gunung Sangeang Api, Kabupaten Bima, status waspada level II dikeluarkan untuk Gunung Rinjani Lombok oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMG). Namun, Gunung Baru Jari di kawah Gunung Rinjani belum menunjukkan aktivitas erupsi. Kendati demikian, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melarang pendaki naik ke puncak dan Danau Segara Anak.

Pengamatan visual pada Rinjani sejak 28 Juli lalu, gunungapi terlihat jelas karena didukung cuaca cerah. Asap Kawah utama tidak teramati.  ‘’Status Gunung Rinjani masih waspada level II,’’ kata Kabid Mitigasi Kegunungapian PVMBG, Hendra Gunawan melalui pesan instan kepada Suara NTB, Rabu, 31 Juli 2019.

Baca juga:  1.331 Hektare Hutan dan Lahan di NTB Terbakar

Meski tidak teramati adanya semburan asap, terekam getaran gempa vulkanik pada seismograf,   tiga kali gempa Low Frequency, empat kali gempa vulkanik dangkal, delapan kali gempa vulkanik Dalam dan tiga kali gempa tektonik lokal.

PVMBG merekomendasikan agar  tidak ada masyarakat atau pendaki yang mendekati kawasan puncak 3.726 Mdpl maupun Danau Segara Anak. Selain larangan karena status Waspada, peringatan sama juga disampaikan  TNGR.

Baca juga:  1.331 Hektare Hutan dan Lahan di NTB Terbakar

‘’Seluruh pendaki atau  pengunjung agar tidak beraktivitas atau  berkemah di dalam area tubuh Gunung Baru Jari, termasuk di kawasan danau.  Artinya dalam radius 1,5 kilometer  dari kawah dilarang ada aktivitas,’’ tegas Kepala TNGR Sudiyono.

Sejauh ini pihaknya memperbolehkan pendakian yang dibuka melalui empat jalur, yakni Sembalun Bawak Nao, jalur Senaru Lombok Utara, Jalur Timbanuh Loimbok Timur, jalur Aik Berik, Lombok Tengah.

‘’Pendaki diperbolehkan, kecuali di danau dan puncak. Kami berharap semua pendaki mematuhi aturan ini,’’ tandasnya. (ars)