Ratusan Hektare Padi Gagal Panen, BIN Ingatkan Peningkatan Potensi Kriminalitas

Ilustrasi padi (pexels)

Mataram (Suara NTB) – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) NTB mengingatkan, peningkatan potensi kriminalitas akibat kemarau panjang yang melanda daerah ini. Kemarau panjang yang melanda NTB menyebabkan 674.017 jiwa masyarakat terdampak dan 357 hektare tanaman padi mengalami puso atau gagal panen.

Kepala BIN Daerah NTB, H. Tarwo Kusnarno, SE, M. Si menyampaikan hal tersebut kepada Gubernur NTB, Dr. H. Zukieflimansyah, SE, M. Sc dan bupati/walikota saat rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor Gubernur, Senin, 29 Juli 2019 sore. Selain ratusan ribu jiwa terdampak kekeringan dan ratusan hektare tanaman padi gagal panen.

Kabinda juga mengatakan, berdasarkan informasi bahwa puncak kekeringan di NTB diprediksi sampai September mendatang. Dijelaskan, 357 hektare tanaman padi yang puso berada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Lombok Tengah.

Baca juga:  Kemarau Panjang, Warga Rebutan Air Bersih

‘’Meningkatnya aksi kriminalitas sebagai akibat dari musim kemarau panjang. Di mana sektor pertanian mengalami penurunan. Penghasilan petani menurun. Sehingga potensi kriminalitas perlu kita perhatikan,’’ katanya.

Ia mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat telah ada 55 Pemda yang menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan. Untuk wilayah NTB, ada tiga daerah yang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Di antaranya, Kabupaten Bima, Dompu dan Sumbawa.

Berdasarkan data Balai Proteksi Tanaman Pangan (BPTP) Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB sampai 12 Juli lalu, seluas 2.486,7 hektare tanaman terdampak kekeringan di NTB. Dengan rincian, kekeringan ringan 1.626,7 hektare, sedang 249 hektare, berat 254 hektare dan puso 357 hektare.

Tanaman padi yang paling luas terkena puso berada di KSB seluas 355 hektare berada di Seteluk. Kemudian seluas 22 hektare di Praya Tengah Lombok Tengah. Kemudian tanaman padi yang mengalami kekeringan kategori berat seluas 254 hektare di Seteluk KSB.

Baca juga:  Kemarau Panjang, Warga Rebutan Air Bersih

Sedangkan tanaman padi yang mengalami kekeringan sedang seluas 86 hektare di KSB, 125 hektare di Sumbawa dan 15 hektare di Lombok Tengah. Sementara untuk tanaman jagung yang mengalami kekeringan sedang seluas 23 hektare di Lombok Barat.

Untuk tanaman padi yang mengalami kekeringan ringan, seluas 1.109 hektare di KSB, 100 hektare di Sumbawa, 273,7 hektare di Lombok Tengah, 52 hektare di Lombok Barat dan 10 hektare di Dompu. Sedangkan untuk tanaman jagung seluas 2 hektare di Sumbawa, 61 hektare di Lombok Barat dan 19 hektare di Dompu. (nas)