Gubernur Sapa Nelayan di Telong Elong

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, bersama nelayan di Telong Elong, Lotim, Selasa, 30 Juli 2019. (Suara NTB/humasntb)

Selong (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.M.Sc menyapa nelayan di Telong Elong, Lombok Timur (Lotim), Selasa, 30 Juli 2019. Bertemu dengan nelayan membuat gubernur yang akrab disapa Dr. Zul ini lebih mudah menyerap aspirasi nelayan, sekaligus solusi kebijakan yang bisa diberikan.

Dalam kunjungan tersebut, gubernur berdialog dengan para nelayan. Gubernur juga menyaksikan budidaya lobster dengan keramba-keramba yang berada di tengah laut. Dari pertemuan dengan nelayan dan melihat langsung potensi laut NTB ini, gubernur mendapatkan gambaran yang lebih jernih mengenai sejumlah persoalan yang dihadapi nelayan.

Ternyata, ujar Dr.Zul, hal-hal yang diinginkan nelayan sebenarnya tidaklah serumit yang dibayangkan. ‘’Nelayan kita punya harapan yang sederhana dan tidak muluk-muluk,’’ ujar Dr.Zul.

Menurutnya, nelayan hanya ingin agar pimpinan dan para pemangku kepentingan datang dan mendengar keluhan mereka. Lalu, menghadirkan solusi-solusi sederhana untuk mereka.

Dengan melihat langsung aktivitas nelayan di lapangan katanya, ada banyak hal berbeda yang ia temukan. ‘’Memang banyak bedanya dengan cerita-cerita yang sering disampaikan di kantor-kantor kami,’’ katanya.

Tahun ini, Pemprov menyiapkan anggaran sekitar Rp236,76 miliar

untuk 13 program pengentasan kemiskinan. Dari anggaran tersebut, nelayan juga mendapatkan alokasi anggaran yang cukup signifikan. Untuk nelayan, Pemprov NTB menyiapkan program budidaya udang/motorisasi nelayan yang akan mendapat alokasi Rp3,2 miliar. Pemprov NTB akan memberikan dukungan kebijakan untuk budidaya udang bagi nelayan miskin di halaman rumah mereka.

Selain Pemprov NTB, pemerintah dan pemerintah kabupaten/kota di NTB juga telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kualitas hidup nelayan. Baru-baru ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui UPTnya, Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) juga telah menggelar kegiatan pelatihan bagi istri nelayan.

Pelatihan ini digelar bekerjasama dengan Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan (BBP2HP). Puluhan istri nelayan di Pantai Tanjung Karang Mataram, dilatih mengolah hasil tangkapan agar bisa memiliki nilai tambah.

Kebijakan peningkatan nilai tambah melalui terbangunnya industri rumahan merupakan salah satu agenda kebijakan NTB Gemilang yang saat ini terus didorong oleh kepemimpinan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah. (r)