Kembali Marak, Pembalakan Liar di Kawasan Geopark Tambora

Kayu hasil pembalakan liar yang diamankan petugas di kawasan hutan Tambora. (Suara NTB/dinaslhkntb)

Mataram (Suara NTB) – Belum selesai persoalan illegal mining (tambang liar), aksi illegal logging atau pembalakan liar kembali marak di Kawasan Geopark Tambora. Kali ini, tim gabungan yang terdiri dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tambora, Danramil dan Kapolsek Pekat serta Camat Pekat menemukan kayu hasil illegal logging di kawasan Hutan Tambora.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B. Sc.F, M. Si mengatakan, ia sudah mendapatkan laporan dari Kepala  KPH Tambora terkait temuan hasil illegal logging tersebut. Ia menjelaskan, aksi illegal logging tersebut diperoleh dari informasi masyarakat yang diposting lewat media sosial. Bahwa ada penebangan kayu secara ilegal yang dilakukan oknum masyarakat di kawasan hutan Tambora kilometer 20.

‘’Menindaklanjuti informasi tersebut pada hari Senin tanggal 29 Juli 2019 sekitar pukul 11.00 Wita, telah dilaksanakan kegiatan patroli gabungan Danramil Pekat beserta anggota, Kapolsek Pekat beserta anggota, KPH Tambora, dan Camat Pekat guna mencari lokasi penebangan kayu tersebut yang berada di kilomter 20 , kawasan hutan produksi Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten  Dompu,’’ ujar Madani kepada Suara NTB, Selasa, 30 Juli 2019 siang.

Baca juga:  Kabupaten/kota Jangan Lepas Tangan Soal Pembalakan Liar

Dikatakan, sekitar pukul 02.00 Wita, tim patroli gabungan menemukan adanya tumpukan kayu yang telah diolah menjadi balok. Lokasinya di sungai dengan  kedalaman 100

meter dari tebing.

Dengan adanya temuan tersebut tim patroli gabungan melakukan tindakan penyitaan terhadap barang bukti. Dengan memberikan tanda dengan menggunakan piloks warna merah.

Madani menjelaskan, kayu yang ditebang oleh masyarakat merupakan kayu yang berada di kawasan hutan produksi yang di kelola oleh PT. AWB.  Kayu yang diolah oleh masyarakat merupkan tebangan pohon sekitar dua tahun yang lalu, dan baru sekarang diolah menjadi kayu balok.

Berdasarkan keterangan dari masyarakat yang menemukan kayu, bahwa tumpukan kayu tersebut ditemukan dua hari yang lalu. Sehingga banyak tumpukan kayu yang sudah  sebagian diambil oleh masyarakat.

Baca juga:  Kabupaten/kota Jangan Lepas Tangan Soal Pembalakan Liar

Menurutnya, perlu dilakukan koordinasi dengan  PT. AWB dan instansi terkait untuk melakukan upaya proses hukum maupun pencegahan terhadap tindakan penebangan kayu di kawasan Hutan Tambora. Disebutkan kayu yang diamankan sekitar 5 meter kubik.

Dalam kegiatan tersebut, kata Madani tak ada tersangka yang diamankan. Karena lokasi sudah kosong. ‘’Sengaja kayunya dibiarkan nanti diintai biar pelakunya ditangkap,’’ katanya.

Diketahui, kawasan Gunung Tambora sudah ditetapkan menjadi geopark nasional. Pemerintah sedang mengusulkan Tambora menjadi geopark dunia ke Unesco.

Selain menyandang status geopark nasional, kawasan Gunung Tambora, Moyo dan Teluk Saleh (Samota) telah ditetapkan menjadi cagar biosfer dunia, beberapa bulan lalu di Perancis. Persoalan illegal logging dan perambahan hutan menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar di kawasan Tambora. (nas)