Kemajuan Pariwisata Dimulai dari Desa

Hj.Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd., mengatakan, desa wisata merupakan salah satu program unggulan Pemprov NTB saat ini. Karena itu, momentum peluncuran desa wisata merupakan momen yang ditunggu-tunggu.

Hal itu disampaikan Wagub di sela-sela launching Desa Wisata dan E-Ticketing di Mataram, Kamis, 25 Juli 2019 malam. Pemprov NTB sadar bahwa kemajuan pariwisata tidak akan berarti apa-apa jika tidak dapat menurukan angka kemiskinan. Karena itu, kemajuan pariwisata harus dimulai dari desa-desa.

Selain itu, Rohmi juga menyambut positif dukungan pemerintah yang memfasilitasi e-ticketing untuk mempromosikan desa wisata yang ada di NTB. ‘’’Zaman sekarang kalau (kita) tidak gunakan teknologi, ketinggalan kita,’’ ujar Wagub. Melalui e-ticketing itu Rohmi berharap promosi desa wisata dapat menjangkau seluruh dunia. “Tinggal bagaimana kita mempersiapkan desa kita. Pada saat orang datang kita harus sudah siap,” pungkas Rohmi.

Baca juga:  Rp387,75 Miliar DD Masih Mengendap, Desa Diwajibkan Tuntaskan LPJ

Untuk

menyediakan fasilitas e-ticketing sendiri Kemendes bekerjasama dengan Gorse selaku pihak ke tiga. Gorse sendiri adalah penyedia jasa pembelian tiket ke tempat-tempat wisata berbentuk aplikasi digital marketing dengan basis pengguna mencapai 400.000 orang.

Chief Operating Officer Gorse, Niki Tsuraya Yaumi, menyebutkan bahwa pihaknya akan membantu pemerintah dalam mempromosikan dan menyukseskan program desa wisata dari Kemendes, termasuk untuk wilayah NTB.

Baca juga:  Dana Desa Mengendap Capai Rp387,75 Miliar

Yaumi menerangkan, Gorse akan menyediakan fasilitas pembelian tiket dan registrasi pengunjung desa wisata secara online. Data tersebut nantinya akan diolah dan dapat diakses langsung baik oleh pemerintah desa, Pemprov, maupun pemerintah pusat untuk melihat perkembangan dari desa wisata sehingga dapat menentukan langkah-langkah promosi selanjutnya dengan data yang kohesif. ‘’Kami akan melanjutkan ke lebih banyak desa lagi. Paling tidak sesuai dengan program yang dibuka hari ini 100 desa wisata yang akan mengikuti program desa wisata ini,’’ pungkas Yaumi. (bay)