Tepat, Perankan PKK Wujudkan NTB Gemilang

Baiq Nurhayati (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – PKK memiliki peranan sangat penting dalam membantu mewujudkan berbagai program pemerintah. Salah satunya yakni peningkatan kualitas Kesejahteraan masyarakat. Karenanya sangat tepat jika Pemerintah Provinsi NTB juga semaksimal peran dari PKK untuk ikut mewujudkan visi NTB Gemilang.

Strategisnya peran dari PKK dalam mewujudkan berbagai progran pemerintah diungkapkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB dalam Diskusi Terbatas dengan tema ‘’Peran PKK dalam Mewujudkan NTB Gemilang’’ yang berlangsung di Ruang Redaksi Harian Suara NTB, Sabtu (20/7).

Menurut pihak BKKBN, salah satu ujung tombak terealisasinya berbagai program keluarga berencana tidak lepas dari peran dari jajaran PKK di tingkat desa.

‘’BKKBN dalam menangani program  keluarga berencana di tengah masyarakat dengan menggandeng PKK, dia adalah motor penggerak di paling depan. Tidak ada kesuksesan BKKBN tanpa peran dari PKK,’’ ungkap Kabid KSDM, BKKBN Provinsi NTB, Baiq Nurhayati.

Nurhayati menjelaskan, terdapat tiga pilar utama terkait dengan penekanan ledakan kependudukan. Pertama, dengan menurunkan angka kehamilan lewat program pemasangan alat kontrasepsi. Kedua meningkatkan kualitas penduduk dari mulai usia dini hingga lanjut usia (lansia) lewat program bina balita, bina remaja, dan bina lansia.

Baca juga:  Butuh Sinkronisasi Program dan Sosialisasi Berbasis Komunitas

‘’Dalam pilar kependudukan, kita berupaya menurunkan angka kelahiran melalui alat kontrasepsi, sehingga ada pengaturan kehamilan. Dalam peningkatan kualitas penduduk, kita bina mulai balita, pengembangan anak usia dini kerjasama dengan PAUD. BKKBN memberikan pendidikan pola asuh. Bina remaja, kita gandengn tokoh agama, bina lansia kita bekerjasama dengan dinas sosial,’’ paparnya.

Pilar ketiga yakni membangun ketahanan keluarga, melalui delapan fungsi, pertama fungsi agama, sosial, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan lingkungan. Dalam semaksimalkan berjalannya delapan fungsi tersebut, BKKBN menggandeng banyak pihak, termasuk dari PKK.

‘’Kalau delapan fungsi ini berjalan dengan baik, Insya Allah ketahanan keluarga akan

terbangun, tidak akan terjadi kerapuhan dalam rumah tangga kalau berjalan fungsi ini,’’ ujarnya.

Diungkapkan Nurhayati, BKKBN saat ini memiliki tantangan yang sangat serius, terutama dalam memberikan pembinaan kepada remaja. Sebab, perilaku remaja yang berlebihan dalam pergaulan, menjadi salah satu penyebab masalah nikah dini menjadi tinggi.

‘’Dulu tidak ada kita, karena perilaku remaja masih terkendali dengan baik. Dulu pacarannya pakai surat, sekarang di era medsos ini, kalau pacaran tidak ‘nempel’ tidak gaul. Kemudian terjadilah ‘ngecas’ dan menjadi hamil,’’ cetusnya.

Bebasnya pergaulan remaja saat ini, kemudian banyak menyebabkan kehamilan di luar nikah. Hal itu kemudian menjadi tantangan dalam upaya pembangunan kesejahteraan masyarakat. Sebab pernikahan di kalangan remaja tidak dilakukan secara terencana.

Baca juga:  Sumbawa, “Zero Waste” dan Tantangan Kesadaran

‘’Pernikahan tidak dilakukan secara terencana, tapi menikah karena ‘bencana’.  Remaja kita banyak menikah karena bencana akibat pergaulan,’’ katanya.

Dalam kondisi tingginya pernikahan dini itulah kemudian banyak menimbulkan berbagai problem sosial, seperti kesehatan, kesejahteraan, ketahanan keluarga, dan masalah-masalah sosial lainnya.

‘’Nah dalam program kelaurga berencana itu kemudian tidak saja hanya dengan memasang alat kontrasepsi saja, tapi kita harus mencegahnya dengan memastikan para remaja kita harus tercapai pendidikannya, kemudian setelah berpendidikan tentu akan mendapatan pekerjaan, dan kemudian pernikahan dini pasti akan terhindarkan,’’ jelasnya.

Karena Itulah, BKKBN kemudian meluncurkan program Salam Genre remaja. Pertama, remaja katakan tidak pada pernikahan dini. Kedua, katakan tidak pada narkoba dan ketiga katakan tidak pada pergaulan bebas.

‘’Penyebab pernikahan dini, yang terpaksa karena bencana itu disebabkan oleh tiga hal tadi. Sehingga kami memotong tiga risiko tersebut dengan salam Genre itu. Dan siapa yang jadi ujung tombaknya, itu adalah PKK, sehingga peran PKK sangat penting, dan kami menggadeng PKK dalam kampanye keluarga berencana,’’ pungkasnya. (ndi)