Melindungi Ibu-Anak Sejak Fase Kehamilan

Hj. Amien Rahmani Husni Djibril (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Peran Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sumbawa sangat penting. Peran PKK untuk menuju NTB gemilang sudah tercakup di 10 program pokok PKK yang terdapat di empat Kelompok Kerja (Pokja).

Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Amien Rahmani Husni Djibril, menyampaikan, Pokja I di Kabupaten Sumbawa berkaitan dengan keagamaan dan pendidikan. Pokja I memiliki program pengajian ibu-ibu, juga pengajian remaja putra dan putri, ada juga pola asuh remaja penuh cinta dan kasih.

Sebagai contoh, di Pokja I ada program Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR). Pada program itu pihaknya sudah menyosialisasikan masalah pendewasaan usia perkawinan. Karena hal itulah yang sangat menentukan adanya kematian ibu dan bayi.

“Pendewasan usia perkawinan sangat penting karena kalau kita menikah muda, ibu-ibu kita ini kurang pengetahuannya. Kadang-kadang ini terjadi pada usia SMA kelas 3, sangat rentan sekali dengan pergaulan bebas. Rentan terjadi kematian ibu dan bayi karena kurangnya pengetahuan ibu muda masalah kesehatan. Masalah perkawinan dan sebagainya,” katanya.

Amien Rahmani mengatakan, untuk di Pokja II, program TP PKK antara lain program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UP2KS), Posyandu, PAUD, dan sebagainya. Terkait UP2KS, katanya, TP PKK Sumbawa mendapatkan juara satu di tingkat Provinsi NTB.

Di Kabupaten Sumbawa sendiri ada program Kredit Sahabat, yang merupakan program pemerintah yang diberikan kepada petani dan nelayan yang tidak mampu. Kredit tersebut tanpa bunga. ‘’Jadi pemberian kepada masyarakat adalah secara bergilir. Contohnya bagi petani miskin, kredit diberikan pada saat menanam, nanti dikembalikan pada saat panen, itu untuk mengurangi rentenir di Kabupaten Sumbawa,’’ katanya.

Di Pokja III, program yang dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa yaitu Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), dan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional  (Forikan). Untuk Forikan sendiri dimulai dari anak-anak. Amien Rahmani juga mengatakan pihaknya sudah berinisiatif untuk Forikan dimulai dari ibu-ibu hamil. Hal itu penting karena potensi stunting dimulai dari 1000 hari kehidupan.

‘’Kalau kemarin programnya diperuntukkan bagi anak-anak. Untuk Kabupaten Sumbawa saya akan memulai dari ibu-ibu hamil, sebelum itu kalau kita lihat ke belakang, anak remaja putri kita juga perlu diberi pil penambah darah, itu juga sebagai salah satu usaha kita untuk menekan stunting,” jelasnya.

Pokja IV berkaitan denga kesehatan. Amien Rahmani mengatakan, Kabupaten Sumbawa sudah mendapatkan juara satu IVA Test. Selain itu Kabupaten Sumbawa juga meraih juara satu Perilaku Lingkungan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

‘’Jadi kalau di  tingkat  Provinsi NTB, Kabupaten Sumbawa ini juara umumnya, sudah saya terima  bulan kemarin. Untuk itu kalau kita jalankan dari program satu, dua, tiga, dan empat, kayaknya masyarakat kita akan sejahtera. Sumbawa akan sehat dan bermartabat untuk menuju NTB Gemilang,’’ pungkasnya. (ron)