Pemprov NTB dan LPAI Hidupkan Kembali Permainan Tradisional

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah turut bermain gelinding ban di peluncuran program #JamMainKIta, Kamis, 18 Juli 2019 (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Terpinggirkannya permainan tradisional sebagai pilihan hiburan bagi anak menarik perhatian Pemprov NTB. Bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dan PT Johnson & Jhonson Indonesia, Pemprov NTB mengkampanyekan kembali permainan tradisioanl tersebut, Kamis, 18 Juli 2019.

Bertempat di depan Kantor Gubernur NTB, kampanye permainan tradisional itu diluncurkan dalam bentuk program sosial bertajuk #JamMainKita. Ribuan masyarakat yang terdiri dari anak-anak, orangtua, lembaga pemerhati anak, serta jajaran pemerintahan ikut memeriahkan peluncuran program itu.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE.M.Sc, menerangkan bahwa program tersebut diluncurkan salah satunya karena keprihatinannya melihat anak-anak saat ini lebih sering bermain dengan gawai elektronik ketimbang bermain di luar. Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan sebagai salah satu rangkaian dari perayaan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli mendatang.

Menurut gubernur yang akrab disapa Dr. Zul tersebut hal ini merupakan tantangan bagi manusia modern yang hidup di antara kemudahan teknologi. ‘’Memang kenyataan zaman ini main begini-an (permainan tradisional, Red) bisa pakai online sekarang, tanpa harus loncat-loncat,’’ ujarnya.

Baca juga:  NTB Terbitkan Kartu Identitas Anak Yatim Piatu

Orang nomor satu di NTB itu juga berharap tidak ada pemaksaan bagi anak untuk mencintai permainan tradisional. Namun seluruh pihak seperti orangtua dan sekolah agar terus mengkampanyekan permainan tradisional hingga tumbuh kesadaran sendiri dalam diri anak tetang manfaatnya. ‘’Orang harus bahagia dan bermain. Dengan bermain dia mengenal lingkungan sekitarnya sehingga bisa arif dan bijaksana dalam menyikapi banyak persoalan,’’ pungkas Dr. Zul.

Senada dengan itu Ketua LPAI, Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si menerangkan bahwa program #JamMainKita memang ditujukan untuk membangun kesadaran, bukan hanya bagi anak-anak, namun terpenting bagi orangtua. Perlu pemahaman khusus bahwa usia anak memang sepantasnya dibiarkan bermain terutama secara aktif di luar ruangan.

Baca juga:  Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan dan Kesehatan Keluarga di NTB

Seto menerangkan, program #JamMainKita sendiri pertama kali diselenggarakan pada 4 Mei 2018 lalu atas perintah langsung dari Presiden RI, Ir.H. Joko Widodo bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Kesehatan. Pemprov NTB kemudian sebagai pihak yang pertama kali bersedia menggelar program tersebut di tingkat provinsi.

Seto menyatakan, hal itu sebagai bentuk dukungan Gubernur NTB yang berkenan merintis program #JamMainKita dan menyebarkannya ke kabupaten/kota di NTB sebagai bentuk perhatian terhadap anak-anak di NTB dan permainan tradisional. ‘’Kita bisa membuat anak-anak kembali senang bermain di luar. Bukan hanya bermain gadget atau gawai,” ujar Seto.

Program #JamMainKita sendiri dicanangkan akan diteruskan ke sekolah-sekolah di seluruh NTB. Dalam kegiatan tersebut, Dr. Zul juga menyempatkan diri bermain permainan tradisional seperti gelinding ban, slodoran, dan dengklek bersama para peserta. (bay)