Terminal BBM Pertamina di Ampenan “Terbakar”

Kegiatan simulasi penanganan insiden di Terminal BBM Ampenan

Mataram (suarantb.com) – Api mengepul di objek vital Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), Ampenan Mataram, milik PT. Pertamina (Persero) Kamis pagi 18 Juli 2019. Untungnya, penanganannya cepat dan kerugian dapat diminimalisir.

Kejadiannya saat kegiatan penyaluran BBM ke mobil tanki sudah dimulai dan kegiatan operasional Terminal BBM berjalan lancar. Selain itu, di CBM Ampenan juga sedang ada kegiatan discharge dari kapal tanker.

Seperti biasa pada pukul 07:30 seluruh Pekerja TBBM Ampenan berkumpul di depan lobby kantor untuk melaksanakan kegiatan briefing pagi dan diakhiri dengan doa bersama dan yel – yel.

Secara tiba-tiba, terjadi letupan bunga api pada manhole atas mobil tangki yang sedang diisi di filling point bay 8 produk premium/pertamax. AMT 1 yang standby di dalam mobil tangki untungnya segera keluar mobil tangki. Sementara  AMT 2 yang berada di atas mobil tangki mengalami luka bakar hingga 50 persen.

Petugas penyaluran dengan segera melakukan stop pengisian pada mobil tangki, dan mengarahkan mobil tangki di bay 2 dan bay 3 segera keluar meninggalkan filling shed. Security merespon dengan membunyikan lonceng tanda keadaan darurat dan menutup pagar akses keluar masuk TBBM.

Seketika terminal BBM Ampenan menjadi riuh. Asap hitam membumbung tinggi.  Regu pemadam TBBM Ampenan lalu dengan sigap melaksanakan pemadaman di filling shed. Kondisi darurat diberlakukan.

Seluruh Pekerja TBBM Ampenan berkumpul di assembly point. HSSE TBBM Ampenan menghubungi Instansi terkait, Polsek Ampenan, Koramil Ampenan, Ambulance RSI dan Damkar kota Mataram. Regu pemadam kebakaran beberapa lama berusaha menjinakkan api.

Disisi lain, tim medis juga turut bergerak mengevakuasi para korban.  Lalu di larikan ke rumah sakit untuk penanganan medis. Api juga menjalar hingga ke gedung HSSE. Suasana semakin panik. Tim pemadam kebakaran bekerja makin ekstra menjinakkan api.

Tak sampai disitu, persoalan lain juga ditemukan tumpahan minyak (berbentuk lapisan film dia atas permukaan laut) yang luas area filmnya semakin meluas.

Operation Head (OH) TBBM Ampenan, Ngurah Yamatika memberlakukan aksi tanggap darurat.  Spv Marine Operation sebagai On scene Commander (OSC), Aulia Affandi saat itu juga  diminta untuk mengambil alih komando dalam Operasi Penaggulangan Tumpahan Minyak di laut.

Surveillance  lalu diperintahkan menyisir sekitar area CBM sampai ke pantai dan memastikan kondisi perairan telah kembali normal tidak ada minyak yang tersisa/lolos. Regu Skimmer dan Regu Dispersant untuk mengeksekusi/menyapu bersih tumpahan minyak yang telah dikurung dengan Oil skimmer dan menampungnya ke dalam Oil Contain Bag (drum).

Selanjutnya, regu dispersant bergerak mobile menyisir tumpahan minyak yang telah terkurung oil boom dan terus menyemprotkan oil dispersant untuk menetralisir minyak yang tidak terihisap sempurna oleh Oil Skimmer dan membersihkan sisa-sisa tumpahan minyak berupa film yang lolos dari kepungan oil boom.

Rangkaian peristiwa ini berlangsung hampir tiga jam hingga status darurat dicabut dan dipastikan situasi dapat dikendalikan.

OH TBBM Ampenan, Ngurah Yamatika, peristiwa kebakaran ini adalah simulasi yang rutin dilaksanakan. Simulasi penanganan kebakaran adalah semacam latihan yang dilakukan terus menerus agar dapat melakukan penanganan bila mana terjadi insiden.

“Penanganannya secara terstruktur, sesuai dengan prosedur. Dan cukup bagus. Latihan melibatkan pihak eksternal dan kekurangan-keruangan sekecil apapun tetap dijadikan evaluasi,” ujarnya.

Seluruh peralatan yang ada di Terminal BBM Ampenen dinyatakan berpungsi dengan baik. misalnya pompa pemadam api, jalur pipa, dan peralatan pendukung lainnya diyakinkan masih berfungsi optimal.

Dari simulasi kemarin, pesan yang ingin disampaikan, jikapun terjadi insiden, Pertamina telah memiliki kesiapan untuk mengantisipasi dampak.

“Semoga tidak akan terjadi insiden. Dan kita tetap pastikan masyarakat sekitar juga aman,” demikian Ngurah Yamatika. (bul)