Pemprov NTB Cari Solusi Jangka Panjang untuk Kekeringan

Azhar (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB)Kekeringan yang melanda NTB, menjadi perhatian seluruh pihak terkait, tidak terkecuali Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB. Berbagai solusi kemudian dipikirkan untuk mengatasi dampak dari kekeringan tersebut.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir. H. Azhar, MM menerangkan bahwa PUPR NTB lebih fokus mencari penyelesaian jangka panjang untuk masalah kekeringan di NTB. Sementara solusi jangka pendek diserahkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya yang juga berperan mengatasi masalah itu.

Azhar menerangkan, pihaknya saat ini sedang berusaha menuntaskan pembangunan beberapa bendungan dan embung. Selain itu, pembenahan daerah irigasi juga masih dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan.

‘’Ketersediaan air baku itu juga kapasitasnya PU menaikkan. Supaya kekeringan yang tiap tahun ini tidak makin membesar, tapi mengurangi, dengan bantuan sumur-sumur bor di lokasi yang kering Insya Allah dibutuhkan,’’ ujar Azhar saat ditemui Suara NTB, Rabu (17/7) di Mataram.

Baca juga:  32 Kecamatan di NTB Alami Kekeringan Ekstrem

Azhar menekankan, agar masyarakat tidak berpikir bahwa kekeringan adalah sebuah bencana. Mengingat kekeringan memang setiap tahun terjadi dan biasanya mengikuti musim kemarau. Karena itu, OPD terkait yang menangai masalah serupa juga seharusnya menyusun program yang konsisten dalam memberikan solusi.

‘’Saya kira PU sudah melakukan itu. Secara bertahap irigasi diperbaiki, embung-embung diperbaiki yang rusak, bendungan-bendungan besar juga dibangun di NTB seperti di Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok,’’ ujar Azhar.

Masalah lainnya yang disoroti Azhar adalah kerusakan hutan yang dinilai menambah parah masalah kekeringan. Disebutnya, kekurangan titik-titik mata air saat ini tidak lain dipengaruhi juga oleh rusaknya lahan hutan yang dieksploitasi menjadi lahan pertanian.

Baca juga:  Sembilan Kabupaten/kota di NTB Siaga Darurat Kekeringan

Untuk itu Azhar menyebut bahwa PU membutuhkan peran aktif dan dukungan dari OPD lain. Sehingga masalah bisa diselesaikan dari hulunya, yaitu memperbaiki kondisi hutan. ‘’Kalau hutan gundul maka tidak ada peresapan. Air itu langsung mengalir ke laut (dan) tidak bisa kita simpan,’’ ujar Azhar.

Jika kondisi hutan sudah diperbaiki dan didukung dengan pembangunan fasilitas berupa bendungan, waduk, embung, serta sumur bor di beberapa titik, Azhar menilai masalah kekeringan dapat diatasi. Menurutnya seluruh pihak terkait memang perlu bahu-membahu dalam menyiapkan pembenahan-pembenahan dan pembanguanan fasilitas itu.

‘’Artinya bagaimana hutan kita, terutama di Pulau Sumbawa itu, sekarang banyak ditanami jagung. Mudah-mudahan selain ditanami jagung, tanam pohon juga. Saya kira itu salah satu caranya,’’ pungkas Azhar. (bay)