Rinjani Pulih, Pendaki Mencapai 2000 Orang

Wisata trekking Gunung Rinjani mulai pulih. Pendaki setiap hari masuk melalui empat jalur berbeda. Jalur Senaru, Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi paling favorit. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Wisata trekking Gunung Rinjani mulai pulih. Sejak dibuka 14 Juni lalu, arus kedatangan pendaki semakin ramai. Wisatawan asing mendominasi  mencapai 2000 orang, selebihnya pendaki domestik.

Pendaki setiap hari masuk melalui empat jalur berbeda. Jalur Senaru, Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi paling favorit. Data Balai Taman Nasional Gunung Rinjani  (BTNGR), total jumlah pengunjung wisatawan asing  hingga 16 Juli mencapai 2.094 orang.  Sementara wisatawan lokal mencapai  748 orang. ‘’Total pendaki sejak dibuka sampai dengan hari ini (kemarin) mencapai 2.842 orang, wisatawan mancanegara terbanyak,’’ sebut Kepala TNGR Sudiyono, Selasa, 16 Juli 2019.

Rincian pendaki dari empat pintu masuk, dari Sembalun  Lombok Timur 453 orang pendaki, terdiri dari wisatawan asing  hanya 61 orang, sementara pendaki domestik cukup dominan mencapai 392 orang.

Baca juga:  Rinjani Puluhan Kali Alami Gempa Vulkanik

Sementara pintu Aik Berik Lombok Tengah, wisatawan asing 48 orang dan pendaki lokal  58 orang, sehingga total  106 pendaki. Melalui jalur Timbanuh Lombok Timur, wisatawan asing  48 orang, sedangkan pendaki lokal mendominasi  235 orang dan total keseluruhan  283 pendaki.

Pengamatan Sudiyono, sejauh ini belum ada pengaruh beberapa kali guncangan gempa, baik guncangan yang terjadi di titik koordinat Sumbawa maupun di Nusa Dua Bali yang dirasakan hingga Lombok kemarin.

“Laporan yang kami terima, sampai saat ini belum ada pengaruh pada wisatawan yang melakukan pendakian,” ujarnya.

Karena pertimbangan  keamanan setelah jalur dibuka, pihak TNGR  membatasi kuota masing-masing jalur pendakian dari empat jalur yang dibuka. Untuk jalur Sembalun dan Senaru, jumlah pendaki dibatasi masing-masing 150 orang per hari. Sedangkan jalur Aik Berik dan Timbanuh, jumlah pendaki dibatasi masing-masing  100 orang per hari.

Baca juga:  Rinjani Puluhan Kali Alami Gempa Vulkanik

Dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan,  pendakian dibatasi hanya sampai di Pelawangan. Pendaki tidak diperkenankan menuju puncak Rinjani dan Danau Segara Anak.

Terkait dengan musim kemarau yang melanda NTB, Sudiyono mengatakan petugas Balai TNGR siaga kebakaran hutan. Kepada semua pendaki diharapkan mematuhi aturan-aturan yang sudah ditetapkan. “Jangan menyalakan api sembarangan,” imbuhnya.  Kami juga mengimbau masyarakat ketika membakar lahan di sekitar kawasan. Tolong diawasi, dikendalikan. Karena beberapa waktu lalu, bisa saja kebakaran itu efek pembukaan lahan,’’ katanya.

Ia menyebutkan, daerah Sembalun termasuk rawan terjadi kebakaran hutan. Daerah-daerah lainnya di kawasan TNGR yang mempunyai curah hujan yang rendah, juga berpotensi terjadi kebakaran. (ars)