Pelayanan Pelabuhan Lembar Dikeluhkan Penumpang

Beberapa kapal penumpang yang antre bongkar di perairan pelabuhan Lembar, Jumat, 12 Juli 2019 . (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pelayanan Pelabuhan penyeberangan Lembar – Padangbai dikeluhkan penumpang. Lagi-lagi masalahnya terkait lamanya kapal antre untuk nyandar bongkar – muat di dermaga mengakibatkan kapal mengapung hingga 2-3 jam di laut. Tidak ada pula semacam konpensasi kepada mereka akibat keterlambatan nyandar ini.

Pantauan koran ini di pelabuhan Padangbai, Jumat, 12 Juli 2019 dini hari kemarin terjadi antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer. Antrean terjadi karena menunggu pemberangkatan penyeberangan ke Lembar. Bebrapa kapal pun berangkat mengangkut penumpang ke pelabuhan Lembar.  Kapal berangkat dari pelabuhan Padangbai sekitar pukul 04.30-05.00 wita. Di tengah perjalanan, gelombang cukup tinggi menghantam kapal. Ditambah lagi, angin yang cukup kencang menyebabkan kapal goyang.

Waktu perjalanan yang ditempuh dari pelabuhan Padangbai ke Lembar sekitar 4-5 jam. Kapal pun tiba di pelabuhan Lembar sekitar pukul 09.00 wita. Setiba di pelabuhan lembar, pihak kapal menginformasikan bahwa untuk bongkar muat kapal harus menunggu 2-3 jam.

“Diinformasi kan kepada penumpang, untuk bongkar muat antre sekitar 2-3 jam.  Kapal ini masuk antrean ke lima,” jelas pihak kapal.  Selanjutnya, pihak kapal menyarankan bagi penumpang  pejalan kaki yang mau turun lebih dulu bisa naik perahu untuk turun dari pelabuhan. Karena diperkirakan kapal akan antre sampai pukul 12. 00 siang.

Mendapatkan informasi seperti itu, penumpang pun kecewa.  Ada yang memilih turun menggunakan perahu ke dermaga. Namun sebagian besar memilih menunggu di kapal untuk bongkar muat. Beberapa penumpang yang terbiasa menyeberang dari Padangbai –  Lembar atau sebaliknya dari Lembar –  Padangbai menganggap kondisi ini sudah kerap terjadi. Apalagi sejak beberapa waktu terakhir, antrean bongkar muat kapal seperti ini terjadi sejak sepekan terakhir. Menurut penumpang kondisi ini merugikan mereka, sebab banyak yang memiliki keperluan terpaksa tertunda akibat lama bongkar muat. “Bahkan kami yang binis jadi terlambat gara-gara ini,” kata salah seorang penumpang.

Menurut dia, seharusnya hal ini tidak terjadi di pelabuhan sekelas Lembar-Padangbai yang ramai penumpang. Persoalan semacam ini kata dia, harusnya diatasi. “Seharusnya tidak begini (antre lama),  apalagi pelabuhan penyeberangan ini selalu ramai,” jelas dia.

Menanggapi hal ini Kepala BPTD XII wilayah Bali – NTB, Agung Hartono mengklaim kalau antrean kapal yang bongkar muat bersifat situasional saja. Kebetulan kata dia, Kamis malam kemarin ada lonjakan atau peningkatan kendaraan dari Bali (Padangbai) hingga melimpah di luar pelabuhan. Sehingga dari Padangbai ditambah jadwal (extra trip) 7 kapal dan yang reguler 8 trip (8 kapal),  “Sehingga terjadi antrean sandar di Pelabuhan Lembar,”jelas dia.

Solusi yang dilakukan untuk mengatasi antrean telah dioperasikan 1 dermaga untuk bongkaran dan 1 dermaga untuk pelayanan jadwal regulernya. Sedangkan peningkatan infrastruktur telah dikoordinasikan dengan Direksi PT ASDP untuk menambah dermaga di Pelabuhan Padangbai. (her)