Ruas Tawali – Sape Segera Diperbaiki, Masyarakat Diminta Bersabar

Zulkieflimansyah (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan, sudah menerima surat Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri yang meminta Pemprov segera memperbaiki jalan provinsi ruas Tawali – Sape Kabupaten Bima. Gubernur menyatakan, perbaikan jalan sepanjang 16 Km tersebut akan dialokasikan dalam APBD 2020.

Masyarakat Kecamatan Wera Kabupaten Bima diminta bersabar. Perbaikan jalan tersebut tidak mungkin bisa dilaksanakan tahun 2019 ini karena perlu dialokasikan dalam APBD 2020. Selain itu, perbaikan jalan yang dialokasikan dalam APBD juga perlu ditender.

Pemprov NTB melalui Dinas PUPR NTB telah memasukkan rencana perbaikan jalan ruas Tawali – Sape pada 2020 mendatang. Untuk perbaikan jalan tersebut akan dialokasikan anggaran Rp30 – 40 miliar dan diharapkan awal 2020 sudah mulai dikerjakan.

‘’Mudah-mudahan masyarakat bersabar sedikit. Karena jalan yang lebih parah dari situ banyak juga di tempat kita yang lain,’’ kata gubernur dikonfirmasi Jumat (12/7).

Orang nomor satu di NTB ini berharap masyarakat Bima bersabar. Pasalnya, banyak juga jalan yang kondisinya rusak bahkan lebih parah dari ruas Tawali – Sape. Masyarakat diminta tak menutup akses jalan ketika menyampaikan aspirasi.

Baca juga:  Pemprov Siapkan Rp30 Miliar Perbaiki Ruas Jalan Tawali-Sape Bima

Pasalnya, hal itu akan berdampak terhadap daerah Bima sendiri. ‘’Ndak harus setiap minta sesuatu harus demo menutup jalan. Kasihan Bima, nanti dipersepsikan oleh investor tidak aman,’’ katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM mengatakan, sudah disiapkan anggaran sebesar Rp30 – 40 miliar tahun 2020 mendatang untuk memperbaiki jalan sepanjang 16,5 Km yang berada di ruas Tawali – Sape. Perbaikan ruas jalan Tawali – Sape akan ditangani lewat program percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan provinsi dengan pola pembiayaan tahun jamak 2020-2022. Perdanya sudah ditetapkan pada 12 Juni 2019 lalu.

Azhar juga berharap masyarakat bersabar. Karena tidak mungkin program yang sudah direncanakan diubah-ubah atau dimajukan tahun 2019 ini. Dijelaskan, dalam melaksanakan program atau kegiatan, pihaknya bekerja sesuai anggaran yang sudah ada atau anggaran yang sudah ditetapkan.

Dikatakan,  mulai 2020-2022, Pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp750 miliar untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak di Pulau Sumbawa dan Lombok. Anggaran sebesar itu, sebesar 70 persen diarahkan untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak di Pulau Sumbawa. Sedangkan sisanya 30 persen untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak di Pulau Lombok.

Baca juga:  Pemprov Siapkan Rp30 Miliar Perbaiki Ruas Jalan Tawali-Sape Bima

Dengan adanya anggaran tersebut, bukan hanya ruas jalan Tawali – Sape yang akan ditangani. Tetapi ruas-ruas jalan provinsi lainnya termasuk jembatan yang putus akibat bencana alam akan ditangani selama tiga tahun mendatang.

Perbaikan jalan di Pulau Sumbawa diskenariokan lewat tiga skema pembiayaan. Pertama, melalui Perda Percepatan Jalan. Kedua, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan ketiga dana program hibah jalan daerah (PHJD).

Beberapa paket proyek DAK fisik untuk perbaikan jalan di NTB tahun ini antara lain Pembangunan jalan Huu – Parado Rp19,1 miliar lebih, Pembangunan jalan Bajo-Sampungu Rp13 miliar, pembangunan jalan Kiwu-Sampungu Rp13 miliar lebih, Pembangunan/peningkatan jalan Tumpang Sari (Mataram), Jalan Soekarno Hatta Gerung Rp9 miliar. (nas)