Masih Banyak OPD Tak Paham RPJMD NTB

Iswandi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penjabat Sekda NTB, Ir. H. Iswandi, M. Si mengakui bahwa masih banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum paham arah pembangunan di RPJMD NTB 2019-2023. Sehingga sedang digencarkan sosialisasi ke pimpinan OPD, Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) dan instansi vertikal yang ada di NTB.

‘’Itu makanya disosialisasikan supaya mereka paham. Sekarang sosialisasi sudah kita mulai gencarkan,’’ kata Iswandi dikonfirmasi usai sosialisasi RPJMD NTB 2019-2023 kepada instansi vertikal di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Kamis, 11 Juli 2019.

Dikatakan, belum lama ini sudah dilakukan sosialisasi RPJMD kepada seluruh pimpinan OPD lingkup Pemprov NTB. Kemudian, pada Kamis, 11 Juli 2019 dilakukan sosialisasi ke instansi vertikal atau perwakilan kementerian/lembaga yang ada di NTB. Selain itu, sosialisasi RPJMD juga menyasar PPID seluruh OPD lingkup Pemprov NTB.

‘’Jadi, dengan disosialisasikan begini. Maka tumbuh semangat yang sama untuk mencapainya,’’ katanya.

Dari sosialisasi yang dilakukan kepada instansi vertikal lingkup Pemprov NTB, Iswandi mengatakan, mereka menunjukkan semangat untuk bersinergi. Karena perwakilan kementerian/lembaga yang ada, banyak memiliki program yang bersinggungan dan targetnya sama dengan RPJMD NTB.

Iswandi menambahkan, dalam mewujudkan target-target yang ada di dalam RPJMD 2019-2023, bukan hanya tanggung jawab provinsi. Tetapi juga tanggung jawab perwakilan kementerian/lembaga yang ada di NTB.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB ini menyebutkan, dana yang dikelola perwakilan kementerian/lembaga di NTB mencapai Rp12 triliun atau dua kali lipat dari total APBD NTB yang hana Rp5,2 triliun. Dengan dana yang begitu besar untuk instansi vertikal di NTB harus dioptimalkan untuk berkontribusi dalam mencapai target-target yang ada di dalam RPJMD.

‘’Mereka punya program. Tinggal arahnya disatukan. Seperti meningkatkan literasi, tinggal sasarannya. Kemudian ada BKKBN, sasarannya ditunjuk Posyandu yang lebih dekat. Tinggal memperhatikan supaya betul-betul tepat sasaran, program-program mereka sama iramanya,’’ harapnya.

Terkait dengan belum sinerginya program antara OPD, Iswandi mengatakan sudah ada instrumen yang akan digunakan megukur kinerja masing-masing OPD dalam pencapaian target-target RPJMD. Pemprov sedang mengembangkan Balanced Score Card (BSC).

‘’Jadi, ini sedang kita kerja keras di tengah-tengah mengoptimalkan keterbatasan fiskal yang kita miliki. Membangun sinergitas dalam upaya mencapai indikator kinerja utama  visi misi NTB lima tahun ke depan,’’ terangnya.

Visi dan misi Pemprov dalam lima tahun ke depan adalah mewujudkan NTB Gemilang. NTB Gemilang merupakan visi pembangunan sekaligus  komitmen dan ikhtiar untuk mewujudkan NTB yang tertata rapi sebagai tempat hunian menyenangkan, dengan masyarakat yang berdaya saing, tangguh dan berbudi luhur serta pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik.

Visi NTB Gemilang dijabarkan ke dalam enam misi pembangunan dan 52 program unggulan daerah, yang telah dituangkan kedalam dokumen perencanaan RPJMD NTB 2019-2023.

Pertama, mewujudkan NTB tangguh dan mantap. Melalui penguatan mitigasi bencana dan pengembangan infrastruktur serta konektivitas wilayah. Ada delapan  program unggulan  untuk NTB Gemilang Infrastruktur dan Tangguh Bencana. Yakni, Percepatan Jalan Mantap, SPAM Regional, penerapan sistem informasi siaga bencana atau SI-AGA, Irigasi Cukup, Desa Tangguh Bencana, Nusa Terang Benderang, NTB Terkoneksi dan Sekolah Siaga Bencana.

Kedua, mewujudkan  NTB Bersih dan Melayani melalui reformasi birokrasi yang berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dari KKN dan berdedikasi. Komitmen untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih,  diwujudkan melalui program keterbukaan informasi publik dan tersedianya ruang atau akses bagi seluruh masyarakat untuk dapat berpartisipasi dan berkreasi  membangun NTB.

Bahkan Pemprov NTB juga menyediakan ruang yang luas bagi masyarakat untuk dapat menyampaikan keluh kesah dan berinteraksi secara langsung maupun secara digital dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dan Wagub, Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah bersama jajarannya.  Dengan demikian, diharapkan birokrasi benar- benar hadir di tengah mayarakat guna memberi solusi dan melayani.

Komitmen  untuk menghadirkan birokrasi yang  bersih dan melayani tersebut, diimplementasikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur  NTB melalui  penerapan konsep pemerintahan yang berbasis elektronik (SPBE) sebagai wahana untuk memperlancar pelayanan dan mempermudah berbagai aktvitas/interaksi sosial.

Program unggulan Gemilang Birokrasi ini meliputi sembilan program/kegiatan yang berbasis digital. Yaitu eNTeBe Plan, SAKIP LEVEL A,  E-Samsat, NTB Care, Research Based Policy, Samsat Delivery, NTB SDGs Centre,  NTB Satu Data, NTB Satu Peta dan NTB WTP

Ke tiga, mewujudkan NTB sehat dan cerdas melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pondasi daya saing daerah. Telah ditetapkan sepuluh program unggulan Gemilang Pendidikan dan Kesehatan. Salah satu diantaranya adalah 1.000 cendekia, di mana putra-putri NTB setiap tahun dikirim keluar negeri untuk menimba ilmu dan memperkaya mindset, sehingga kelak setelah kembali ke tanah air,  siap menjadi pemimpin-pemimpin bangsa dan bahkan pemimpin dunia.

Selain  1.000 cendekia juga terdapat sembilan program strategis lainnya, yakni  Literasi Digital, Rumah Bahasa, Revitalisasi Posyandu, NTB Juara, Air Bersih  untuk Semua, Jamban Keluarga, Re-engineering SMK, Generasi Emas NTB dan Rumah Layak Huni.

Ke empat, mewujudkan NTB asri dan lestari melalui pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan. Terdapat enam program unggulan Gemilang Lingkungan yang menjadi fokus penanganan secara kolaboratif, baik antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, maupun stakeholder lainnya.

Mulai dari gerakan sadar lingkungan hingga program aksi pengendalian pencemaran lingkungan, khususnya sampah plastik dan limbah industri melalui gerakan zero waste.  Program-program tersebut meliputi Pembangunan Tata Ruang secara Berkelanjutan, NTB Hijau,  NTB Zero Waste, Geopark Dunia, Bank Sampah dan Taman Asri.

Ke lima, mewujudkan NTB sejahtera dan mandiri melalui penanggulangan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan pertumbuhan ekonomi inklusif bertumpu pada pertanian, pariwisata dan industri. Industrialiasasi merupakan kunci mewujudkan  masyarakat NTB yang sejahtera dan mandiri.

Indikatornya adalah pertumbuhan industri, dan sasarannya adalah mengembangkan industri olahan dan permesinan. Serta meningkatnya investasi, kerjasama pemerintah dan badan usaha, diikuti kemudahan perizinan dan  bermuara pada penurunan tingkat pengangguran terbuka.

Industri yang dikembangkan, fokus pada industri olahan dan permesinan yang mendukung  nilai tambah  terhadap berbagai produk dari sektor Pertanian, pariwisata dan lapangan usaha industri lainnya.

Misalnya mesin-mesin untuk sarana produksi pertanian, seperti traktor, alat angkut, mesin perontok, pengering,  pabrik penggilingan dan industri pengolahan lainnya, harus diproduksi atau di assamble oleh putra-putri NTB di daerah sendiri. Dan sedapat mungkin dikurangi import dari luar.

Ada 18 prrogram unggulan Gemilang Ekonomi, Pariwisata, Pertanian dan Industri. Terdiri dari Melawan kemiskinan dari desa, Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Unggul,  E-Commerce, BUMDes Maju, Science Technology Industrial Park (STIP) Inovatif, Koperasi Aktif, Keluarga Sasambo Gemilang, NTB ramah investasi, UMKM Bersaing,  99 Desa Wisata, Perda Produk Lokal, Rumah Kemasan,  Pertanian Lestari, Kampung Unggas, Revitalisasi BLK, Apartemen Ikan, KRPL dan Industrialisasi Produk Pertanian

Keenam, mewujudkan NTB aman dan berkah melalui pengembangan masyarakat madani yang beriman, berkarakter dan penegakan hukum yang berkeadilan. Terdapat  9 program unggulan Gemilang Pembangunan Sosial Budaya. Yaitu Islamic Centre Pusat Peradaban, Kampung Madani, Desa Bersinar, Kampung Media,  Bale Mediasi, Kota Layak Anak, Sekolah Perjumpaan, Ramah Difabel dan  PAUD Holistik Integratif. (nas)