NTB Hadapi Tantangan Berat Capai Target SDG’s

Wedha Magma Ardhi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB terus berupaya keras untuk merealisasikan target indikator dalam Sustainable Development Goals (SDG’s). Meskipun menghadapi tantangan yang cukup berat, Pemprov optimis dapat mengulang kesuksesan seperti pencapaian target-target indikator pembangunan dalam Millenium Development Goals (MDG’s).

Kepala Bappeda NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 10 Juli 2019 siang mengatakan, semua indikator dalam SDG’s menjadi pertimbangan dalam penyusunan perencanaan pembangunan dalam RPJMD NTB 2018-2023.

‘’Malah kita sekarang kita sedang bangun SDG’s Center di Kantor Gubernur. Para pihak sudah mulai aktif di situ,’’ kata Ardhi.

Semua target-target indikator SDG’s sudah dimasukkan dalam RPJMD. Baik RPJMD provinsi maupun kabupaten/kota. Sekarang, kata Ardhi, tinggal pengawalan anggaran di APBD provinsi, APBD kabupaten/kota dan APBN untuk mendukung terwujudkan targeta-target yang telah ditetapkan.

Diketahui,  ada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG’s. Tujuan pertama, tanpa kemiskinan. Artinya tidak ada kemiskinan dalam bentuk apapun di seluruh penjuru dunia, termasuk NTB. Kedua, tanpa kelaparan. Artinya, tidak ada lagi kelaparan, mencapai ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, serta mendorong budidaya pertanian yang berkelanjutan.

Ketiga, kesehatan yang baik dan kesejahteraan. Tujuan SDG’s ketiga ini maksudnya menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan hidup untuk seluruh masyarakat di segala umur.

Ke empat, pendidikan berkualitas. Yakni  menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kesempatan belajar untuk semua orang. Kelima, kesetaraan gender. Yaitu mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum ibu dan perempuan.

Ke enam, air bersih dan sanitasi. Yaitu menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua orang. Ke tujuh,  energi bersih dan terjangkau. Dengan menjamin akses terhadap sumber energi yang terjangkau, terpercaya, berkelanjutan dan modern untuk semua orang.

Ke delapan, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak. Dalam hal ini, bagaimana  mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan, lapangan kerja yang produktif serta pekerjaan yang layak untuk semua orang. Sementara yang ke sembilan, industri, inovasi dan infrastruktur. Pada tujuan ini lebih difokuskan yakni membangun infrastruktur yang berkualitas, mendorong peningkatan industri yang berkelanjutan serta mendorong inovasi.

Tujuan SDG’s yang ke sepuluh, adalah mengurangi kesenjangan. Pada tujuan ini, lebih difokuskan untuk mengurangi ketidaksetaraan baik di dalam sebuah negara maupun di antara negara-negara di dunia. Ke sebelas, keberlanjutan kota dan

komunitas. Yakni dengan  membangun kota-kota serta pemukiman yang berkualitas, aman dan bekelanjutan.

Sementara pada tujuan SDG’s yang keduabelas adalah konsumsi dan produksi bertanggung jawab. Dengan menjamin keberlangsungan konsumsi dan pola produksi. Ke 13, aksi terhadap iklim. Yaitu  bertindak cepat untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.

Ke 14, kehidupan bawah laut, yakni  melestarikan dan menjaga keberlangsungan laut dan kehidupan sumber daya laut untuk perkembangan yang berkelanjutan. Ke-15, kehidupan di darat. Yakni  melindungi, mengembalikan, dan meningkatkan keberlangsungan pemakaian ekosistem darat, mengelola hutan secara berkelanjutan, mengurangi tanah tandus serta tukar guling tanah.

Ke-16, institusi peradilan yang kuat dan kedamaian. Yaitu  meningkatkan perdamaian termasuk masyarakat untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses untuk keadilan bagi semua orang termasuk lembaga dan bertanggung jawab untuk seluruh kalangan. Terakhir, kemitraan untuk mencapai tujuan. Dengan memperkuat implementasi dan menghidupkan kembali kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Menurut Ardhi,  semua target atau tujuan SDG’s ujung-ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemprov, katanya terus melakukan akselerasi pencapaian target-target SDG’s. ‘’Kita fokus kepada hal-hal yang menyentuh, bisa mengurangi aspek-aspek kemiskinan,’’ katanya.

Dalam lima tahun ke depan, kata Ardhi, Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc – Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd membuat program-program yang mendukung pencapaian target SDG’s. Antara lain, program percepatan pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur jalan tahun jamak.

Kemudian program NTB Zero Waste, penanganan stunting, revitalisasi Posyandu, pengembangan desa wisata, program industrialisasi dan lainnya. ‘’Itu kita framing untuk kemiskinan semua. Industrialisasi kita mengakses kepada UKM, IKM. Supaya bisa masyarakat kecil mendapatkan kesempatan berusaha. Bukan industri yang besar,’’ katanya.

Untuk mempercepat pencapaian indikator SDG’s, Ardhi mengatakan sinergi program antara provinsi dan kabupaten/kota mutlak diperlukan. Artinya APBD provinsi dan kabupaten/kota harus fokus menangani persoalan-persoalan yang menjadi indikator dalam SDG’s.

‘’Tak kalah penting bagaimana kerjasama masyarakat, meningkatkan partisipasi dunia usaha untuk ikut serta dalam mengentaskan kemiskinan. Tantangan memang besar. Seperti kemiskinan masih tinggi. Tapi semua itu tetap kita semangat. Jangan kita lemas-lemas,’’ tandasnya. (nas)