Jadup Korban Gempa Diserahkan di Acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi

Ilustrasi Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Setelah lama menunggu, bantuan jaminan hidup (Jadup) kepada belasan ribu korban gempa di Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan diserahkan secara simbolis pada acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi, Jumat (12/7) mendatang. Pemberian Jadup secara simbolis akan diberikan kepada 100 penerima.

‘’Ada 100 orang yang akan diberikan secara simbolis. Tapi semua korban gempa yang mencapai belasan ribu di Kota Mataram dan KSB akan menerima. Itu hanya pemberian secara simbolis kepada 100 orang,’’ kata Sekretaris Dinas Sosial (Disos) NTB, Huailid dikonfirmasi di Mataram, Selasa, 9 Juli 2019 siang.

Ia menyebut 100 orang yang akan diberikan Jadup tahap I secara simbolis tersebut sebanyak 50 orang perwakilan dari Kota Mataram dan 50 orang dari KSB. ‘’Diserahkan simbolis yang 100 orang itu di acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi yang juga dirangkaikan dengan Hari Koperasi,’’ terangnya.

Sebanyak 15.069 korban gempa yang ada di Kota Mataram dan KSB sudah selesai dibuatkan rekening untuk pencairan Jadup. Pencairan bantuan Jadup untuk korban gempa di Kota Mataram dan KSB tersebut masuk tahap I. Dana bantuan Jadup tahap I cair sebesar Rp11,459.400.000 untuk korban gempa di empat kabupaten/kota.

Baca juga:  PBB Ikut Bantu Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa di NTB

Dimana, sebanyak 3.380 korban gempa di Lombok Barat sudah menerima jadup sebesar Rp2,028 miliar. Kemudian 650 korban gempa di Lombok Tengah telah menerima jadup sebesar Rp390 juta.

Sedangkan Jadup sebesar Rp4.585.200.000 akan segera cair untuk 7.642 korban gempa di Kota Mataram. Kemudian Jadup sebesar Rp4.456.200.000 akan segera cair untuk 7.427 korban gempa di KSB. Masing-masing jiwa akan mendapatkan bantuan Jadup sebesar Rp600 ribu.

Sementara untuk bantuan Jadup tahap II, kata Huailid tergantung kecepatan Pemda kabupaten/kota terdampak gempa menyelesaikan pendataan atau validasi. Ia mengatakan, lambatnya pendataan ini akibat Pemda kabupaten/kota kekurangan anggaran untuk melakukan pendataan masyarakat yang akan menerima Jadup.

Baca juga:  Korban Gempa Jatuh Miskin Harus Dibantu Bersama

Sehingga, solusinya para Pendamping Keluarga Harapan (PKH) yang akan diterjunkan melakukan pendataan. Selain itu, Pemda juga bisa meminta bantuan Pekerja Sosial (Peksos) yang ada di kabupaten/kota.

‘’Kendalanya wilayah yang sulit dijangkau. Kemudian ada yang meninggal, jadi TKI dan pindah domisili. Sehingga pendataannya belum selesai,’’ ungkapnya.

Untuk Jadup tahap II, sebanyak 861.042 korban gempa datanya sedang diusulkan ke Kemensos sebesar Rp516.625.200.000. Tersebar di tujuh kabupaten/kota, yakni Kota Mataram sebanyak 1.249 jiwa dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp749.400.000.

Kemudian Lombok Barat sebanyak 149.392 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp89.635.200.000, Lombok Tengah sebanyak 285.508 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp171.304.800.000. Selanjutnya, Lombok Utara sebanyak 233.541 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp140.124.600.000, Lombok Timur 119.277 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp71.566.200.000.

Selain itu, KSB 66.420 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp39.852.000.000 dan Sumbawa 5.655 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp3.393.000.000. Sehingga total kebutuhan anggaran untuk pembayaran jadup tahap II sebesar Rp516.625.200.000. (nas)