Pekan Ini, Korban Gempa di Kota Mataram dan KSB Terima Jadup

Ilustrasi korban gempa (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Korban gempa yang berada di Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan menerima pencairan dana bantuan Jaminan Hidup (Jadup) pekan ini. Rencananya, pencairan Jadup untuk korban gempa yang berada di dua daerah tersebut akan dilaksanakan pada acara Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi, Jumat, 12 Juli 2019 mendatang.

‘’Rencananya kita begitu,” kata Kepala Dinas Sosial (Disos) NTB, Dra. T. Wismaningsih Dradjadiah dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 7 Juli 2019.

Wismaningsih mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) soal penyaluran Jadup tersebut. Mengenai data riil penerima Jadup, pihaknya masih menunggu dari pusat.

Diharapkan Senin hari ini sudah ada kepastian jumlah penerima Jadup yang akan segera dicairkan tersebut. Namun berdasarkan data korban gempa yang sudah memiliki rekening, jumlahnya belasan ribu orang untuk Kota Mataram dan KSB. Masing-masing jiwa akan mendapatkan bantuan Jadup sebesar Rp600 ribu.

Baca juga:  Validasi Korban Gempa Lamban

Sebelumnya disebutkan, sebanyak 15.069 korban gempa yang ada di Kota Mataram dan KSB sudah selesai dibuatkan rekening untuk pencairan Jadup. Pencairan bantuan Jadup untuk korban gempa di Kota Mataram dan KSB tersebut masuk tahap I. Dana bantuan Jadup tahap I cair sebesar Rp11,459.400.000 untuk korban gempa di empat kabupaten/kota.

Di mana, sebanyak 3.380 korban gempa di Lombok Barat sudah menerima Jadup sebesar Rp2,028 miliar. Kemudian sebanyak 650 korban gempa di Lombok Tengah telah menerima Jadup sebesar Rp390 juta.

Sedangkan Jadup sebesar Rp4.585.200.000 akan segera cair untuk 7.642 korban gempa di Kota Mataram. Kemudian Jadup sebesar Rp4.456.200.000 akan segera cair untuk 7.427 korban gempa di KSB.

Sementara itu, 861.042 korban gempa datanya sedang diusulkan ke Kemensos untuk pencairan Jadup tahap II sebesar Rp516.625.200.000. Tersebar di tujuh kabupaten/kota, yakni Kota Mataram sebanyak 1.249 jiwa dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp749.400.000.

Baca juga:  RTG Tidak Sesuai Spesifikasi Terancam Dibongkar

Kemudian Lombok Barat sebanyak 149.392 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp89.635.200.000, Lombok Tengah sebanyak 285.508 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp171.304.800.000. Selanjutnya, Lombok Utara sebanyak 233.541 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp140.124.600.000, Lombok Timur 119.277 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp71.566.200.000.

Selain itu, KSB 66.420 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp39.852.000.000 dan Sumbawa 5.655 jiwa dengan kebutuhan anggaran Rp3.393.000.000. Sehingga total kebutuhan anggaran untuk pembayaran jadup tahap II sebesar Rp516.625.200.000.

Dijelaskan, penyebab lamanya pencairan Jadup tahap II karena data yang sering berubah. Perubahan data ini akibat adanya penerima Jadup yang sudah meninggal, pindah domisili dan menjadi TKI.  Wismaningsih mengatakan cepat atau lambatnya pencairan Jadup tergantung Pemda kabupaten/kota. Jika datanya sudah benar-benar riil, maka Kementerian akan segera mencairkan. (nas)