Perangkat ‘’Shelter’’ Gempa di Dompu Dicuri

Ilustrasi gempa (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Keinginan Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkuat mitigasi bencana terusik dengan ulah orang tak bertanggung jawab. Salah satu perangkat shelter yang ditempatkan di Desa Lanci Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu dicuri. Perangkat yang dicuri ini nilainya mencapai miliaran rupiah.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto mengungkapkan, kejadian diperkirakan tahun 2018 lalu.  Timnya mengetahui shelter itu hilang beberapa pekan lalu  setelah sebelumnya tak berfungsi.

‘’Enam baterai dan solar cell pada shelter gempa di Dompu dicuri sejak lima bulan lalu, sampai saat ini shelter gempa di sana tidak berfungsi,’’ kata Agus Riyanto akhir pekan kemarin.

Diperkirakan, kerugian mencapai miliaran rupiah, karena perangkat seismograph untuk monitoring gempa dan tsunami itu komponennya termasuk mahal termasuk maintenance pendukung.  Harga perangkat seismograph yang di-install mencapai Rp3 miliar, belum termasuk panel solar cell dan enam unit baterai seharga jutaan rupiah.

Baca juga:  Wapres Minta Koreksi Data Anomali Korban Gempa

Kasus ini sudah dilaporkannya ke Polres Dompu, namun sampai saat ini pelakunya belum terungkap.

Meski ada kejadian itu, upaya mitigasi dengan memasang shelter tambahan masih terus diupayakan. Melalui INATews, pemerintah Indonesia akan membangun 200 shelter gempa di Indonesia.

Sementara di Pulau Lombok dan Sumbawa akan dibangun tiga unit tambahan. Lokasi pembangunan di Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Penujak Lombok Tengah dan Tambora Kabupaten Bima. Diperkirakan akhir tahun ini sudah beroperasi.

‘’Pertengahan September selter itu harus berdiri dan di-install, lengkap dengan seismograph,’’ ujarnya.

Agus Riyanto menjelaskan, idealnya Provinsi NTB memiliki 20 shelter gempa yang dapat memonitor aktivitas seismik di NTB. Dia mencontohkan Jepang negara yang kecil namun memiliki ribuan shelter, sementara Indonesia saat ini baru memiliki 194 unit. Alih-alih dijaga dengan baik, malah perangkat di Dompu dicuri.

Baca juga:  Percepat Rehab Rekon, Penerapan Zonasi RTG Belum Sepenuhnya Berjalan

Kendala lain dihadapai soal lahan yang akan digunakan membutuhkan sedikitnya 4 x 4 meter untuk dudukan shelter. Ia pernah sampaikan kebutuhan lahan ini ke Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah. Baru-baru ini ia berkoordinasi dengan PUPR Provinsi NTB untuk koordinasi soal  lahan dan bangunan shelter. Pembicaraan yang sama juga disampaikan kepada bupati dan walikota. Namun masih sebagian yang setuju, itu pun statusnya pinjam pakai.

“Kita bersyukur Pemda sudah memberikan pinjam pakai pada BMKG. Harapannya bisa hibah karena alat ini digunakan dalam jangka waktu panjang,’’ harapnya. (ars)