Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Entaskan Kemiskinan

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan, perlunya penguatan ketahanan keluarga untuk pengentasan kemiskinan. Apabila ketahanan keluarga kuat, ia yakin masyarakat akan keluar dari kemiskinan.

‘’Kadang-kadang ujian kemiskinan bisa dihadapi dengan baik jika kita punya landasan, punya ketahanan keluarga. Jadi kalau keluarganya baik, kuat. Insya Allah akan memotivasi keluarga untuk keluar dari kemiskinan,’’ kata Niken dikonfirmasi usai memberikan hadiah kepada pemenang lomba vlog dan foto dalam rangka Hari Keluarga Tahun 2019 di Pendopo Gubernur, Jumat, 5 Juli 2019.

Istri Gubernur NTB ini mengatakan, peringatan Hari Keluarga cukup penting diperingati. Apalagi, NTB sedang giat membangun di berbagai bidang, termasuk pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Menurut Niken, pembangunan SDM memegang peranan yang sangat penting. Dalam pembangunan NTB lima tahun ke depan menekankan pentingnya membangun ketahanan keluarga.

‘’Itu yang kita gerakkan bahwa keluarga itu penting dan keluarga itu bisa memberikan inspirasi dan kekuatan bagi anggota keluarga. Supaya tetap menjadi pribadi yang baik,’’ katanya.

Baca juga:  Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan dan Kesehatan Keluarga di NTB

Di tengah kesibukan masing-masing anggota keluarga, kata Niken ketahanan keluarga harus tetap kuat. Kegiatan lomba foto dan vlog dalam rangka hari keluarga tahun 2019 dinilai akan mampu mendukung ketahanan keluarga.

Niken mengatakan, kemiskinan memang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota saat ini. Dikatakan, Pemda terus berupaya mengurangi angka kemiskinan yang ada di NTB. Melalui penguatan ketahanan keluarga, diharapkan angka kemiskinan di NTB semakin cepat dientaskan.

Diketahui, angka kemiskinan di  NTB pada posisi September 2018 turun  menjadi 14,63 persen.  Pada September 2017, angka kemiskinan di pedesaan sebesar 14,06 persen, turun menjadi 13,69 persen pada September 2018. Sedangkan di perkotaan, pada September 2017, angka kemiskinan sebeaar 16,23 persen, turun menjadi 15,66 persen pada September 2018.

Selama September 2017 – September 2018, garis kemiskinan naik sebesar 5,92 persen. Yaitu, dari Rp352.690 per kapita per bulan menjadi Rp373.566 per kapita per bulan. Peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peran komoditi bukan makanan. Pada September 2018, komoditi makanan menyumbang sebesar 74,40 persen pada garis kemiskinan.

Baca juga:  Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan dan Kesehatan Keluarga di NTB

Garis kemiskinan NTB saat ini sebesar Rp373.566 per kapita per bulan. Sementara garis kemiskinan di perkotaan sebesar Rp384.479 per kapita per bulan. Sedangkan pedesaan, garis kemiskinannya sebesar Rp363.755 per kapita per bulan.

Pada 2019, Pemprov mengalokasikan anggaran untuk mendorong percepatan penurunan kemiskinan sebesar Rp1,37 triliun lebih. Pemprov akan fokus menurunkan kemiskinan lewat 13 program. Yakni Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), jamban keluarga, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), Kelompok Usaha Bersama (KUBe), Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Selanjutnya, bank sampah, penyediaan air bersih, pengembangan desa wisata, pertanian konservasi, sambungan listrik murah dan hemat, desa mandiri pangan. Kemudian budidaya udang bagi nelayan miskin di halaman rumah dan bantuan pangan non tunai bersyarat (BPNT). (nas)