Pokmas dan Fasilitator Harus Selektif Pilih Aplikator

Ahmad Rizal Ramdhani (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Aplikator atau pelaksana pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) tidak sedikit ditemukan bermasalah. Selain pekerjaan tidak beres, ada juga yang meninggalkan pekerjaannya.

Terkait itu, Danrem 162/WB Kol. CZI.Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han menduga, aplikator yang mengerjakan RTG kapasitasnya tidak mampu bekerja. Selain itu, tidak mampu memenuhi target yang diharapkan. Tidak heran ada yang meninggalkan pekerjaannya. Atas situasi itu, Danrem mengajak Pokmas dan fasilitator agar lebih selektif memilih aplikator.

‘’Agar tidak seperti ini, harus lebih selektif memilih aplikator,’’ kata Danrem kemarin.

Baca juga:  Masa Transisi Pemulihan Diperpanjang Sampai 25 Desember

Selain mengingatkan agar lebih waspada,  Danrem juga menjelaskan soal pencapaian pembangunan rumah rusak ringan, sedang dan berat.

Pelaksanaan rehab rekon oleh fasilitator terpadu mulai Januari 2019 sudah berjalan dengan baik, dengan progres cukup memuaskan.  Namun diakui sempat melamban saat pelaksanaan Pemilu 2019 dan masuk Ramadhan.

‘’Selama pelaksanaan Pemilu 2019 dan bulan puasa, hasil progres sedikit menurun. Namun setelah liburan lebaran, Alhamdulillah progres kembali meningkat secara signifikan,’’ ujar Danrem.

Saat ini, lanjut alumni Akmil 1993 ini, bersama BPBD Provinsi NTB maupun Kabupaten/Kota terdampak gempa terus  mengadakan rapat evaluasi. Termasuk  yang dihadiri para fasilitator, aplikator dan pejabat terkait.

Baca juga:  NTB Masuk Fase Puncak Kekeringan Ekstrem

Danrem juga menyampaikan rencananya menggeser pasukan Zeni TNI di Kabupaten Sumbawa, untuk ditarik ke Lombok Timur dan Lombok Utara yang pembangunan RTG-nya agak lamban.

Langkah lain yang sudah dilakukan dengan menggunakan sistem satu blok. Yakni menentukan desa sasaran setiap kecamatan dengan skala prioritas untuk dikerjakan para fasilitator, aplikator bersama pasukan Zeni.

‘’Setelah selesai, baru pindah ke desa yang lain sehingga hasilnya akan terlihat secara signifikan,’’ jelasnya. (ars)