Pemprov Siapkan Rp30 Miliar Perbaiki Ruas Jalan Tawali-Sape Bima

Azhar (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Masyarakat Wera Kabupaten Bima mendesak Pemprov segera memperbaiki jalan provinsi yang sudah lama rusak di ruas Tawali – Sape. Pemprov sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp30 – 40 miliar tahun 2020 mendatang untuk memperbaiki jalan sepanjang 16,5 km tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir. H. Azhar, MM yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 3 Juli 2019 sore mengatakan, sudah mengutus Kepala Bidang Bina Marga, Ir. H. Syahdan, MT ke Bima menjelaskan soal perbaikan jalan tersebut. Azhar mengatakan, ruas jalan Tawali – Sape akan ditangani lewat program percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan provinsi dengan pola pembiayaan tahun jamak 2020-2022. Perdanya sudah ditetapkan pada 12 Juni 2019 lalu.

‘’Sudah dijelaskan bahwa itu akan ditangani 2020 dengan dana percepatan jalan sepanjang 16,5 kilometer di sana. Dana yang akan siapkan sekitar Rp30 – 40 miliar. Dan itu sudah diprogramkan, sudah masuk perencanaan 2020,’’ jelasnya.

Baca juga:  Percepat Pembangunan Jalan Layang Lembar-Kayangan, Gubernur Surati Presiden

Azhar berharap masyarakat bersabar. Karena tidak mungkin program yang sudah direncanakan diubah-ubah atau dimajukan tahun 2019 ini. Dalam melaksanakan program atau kegiatan, katanya, pihaknya bekerja sesuai anggaran yang sudah ada atau anggaran yang sudah ditetapkan.

Mantan Staf Ahli Gubernur Bidang Infrastruktur ini menjelaskan mulai 2020-2022, Pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp750 miliar untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak di Pulau Sumbawa dan Lombok. Anggaran sebesar itu, sebesar 70 persen diarahkan untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak di Pulau Sumbawa. Sedangkan sisanya 30 persen untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak di Pulau Lombok.

Baca juga:  Pemprov Tegaskan Bendungan Mujur Tetap Prioritas

Dengan adanya anggaran tersebut, kata Azhar, bukan hanya ruas jalan Tawali – Sape yang akan ditangani. Tetapi ruas-ruas jalan provinsi lainnya termasuk jembatan yang putus akibat bencana alam juga akan ditangani selama tiga tahun.

Ia menambahkan, perbaikan jalan di Pulau Sumbawa diskenariokan lewat tiga skema pembiayaan. Pertama, melalui Perda Percepatan Jalan. Kedua, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan ketiga dana Program Hibah Jalan Daerah (PHJD).

Beberapa paket proyek DAK Fisik untuk perbaikan jalan di NTB tahun ini antara lain pembangunan jalan Huu – Parado Rp19,1 miliar lebih, Pembangunan jalan Bajo-Sampungu Rp13 miliar, pembangunan jalan Kiwu-Sampungu Rp13 miliar lebih, Pembangunan/peningkatan jalan Tumpang Sari (Mataram), Jalan Soekarno Hatta Gerung Rp9 miliar. (nas)