Puluhan PKL Bandara Mulai Ditertibkan

Petugas PT. AP I LIA bersama aparat TNI dan Polri, mulai menertibkan PKL yang ada dikawasan bandara, Selasa, 2 Juli 2019 kemarin. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA) mulai melakukan penertiban dan penataan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di kawasan bandara. Penertiban dibantu aparat TNI dan Polri, Selasa, 2 Juli 2019 kemarin. Dimana para PKL yang menempati area barat terminal, dipindahkan ke area parkir sepeda motor bandara.

Communication and Legal Section Head PT. AP I LIA, Nyoman Siang, yang dikonfirmasi wartawan, mengatakan penertiban dilakukan setelah sampai batas waktu yang diberikan oleh PT. AP I LIA, para PKL tidak juga mau pindah ke lokasi yang sudah disediakan. Para PKL masih tetap ngotot mau bertahan ditempat yang lama. Sehingga pihaknya mengambil upaya tegas.

“Penertiban ini demi kepentingan kita bersama. Bukan hanya demi kepentingan PT. AP I LIA saja,” terangnya. Lagi pula, penertiban dalam hal ini konteksnya lebih pada penataan. Bukannya penggusuran paksa. Dan, rencana penertiban tersebut sudah sejak lama disosialisasikan.

Baca juga:  Mataram ‘’Dikepung’’ PKL, Kontribusi ke PAD Nihil

Dengan harapan, kawasan bandara lebih rapi dan tertata. Tidak terkesan semrawut. Karena bagaimanapun juga, LIA standarnya sekarang sudah standar bandara internasional. Sehingga penataannya juga harus baik dan rapi, mengikuti kelas bandara itu sendiri.

Lebih lanjut, Siang mengatakan di lokasi yang baru tersebut pihaknya sudah menyiapkan sekitar 60 lapak. Dimana masing-masing lapak bisa menampung 2 sampai 3 PKL sekaligus. Ditambah tenda PKL sebanyak 30 unit. Sehingga total PKL yang bisa ditampung di area PKL tersebut sebanyak 90 PKL lebih. Itu sesuai dengan jumlah PKL yang ada di bandara.

Baca juga:  PKL Dilarang Buka Lapak di Trotoar Kawasan Bisnis Cakranegara

Soal kekhawatiran kalau area PKL tersebut bakal sepi pembeli, Siang menegaskan pihaknya nanti akan mengatur arus kendaraan dan penumpang di bandara. Dimana untuk pengguna sepeda motor, penumpang pengguna mobil pick up serta mini bus umum, akan diarahkan ke area PKL tersebut. Sehingga PKL tidak perlu khawatir bakal sepi pembeli.

“Nanti pengguna sepeda motor dan penumpang angkutan umum diarahkan ke area PKL. Jadi area parkir tetap bakalan ramai,” tandasnya.

Sampai kapan penertiban akan berlangsung? Siang mengatakan secara bertahap. Karena memang tidak mudah memindahkan para pedagang. Harus perlahan karena itu menyangkut orang banyak. “Prinsipnya kita upayakan secepatnya penertiban ini selesai. Supaya kawasan bandara bisa lebih tertata,” tegasnya. (kir)