Luangkan Waktu untuk Bahagia Bersama Keluarga

Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke 26 berlangsung di Bima, Minggu, 30 Juni 2019. (Suara NTB/Humas Setda NTB)

Bima (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan istri Hj.Niken Saptarini Widyawati, pasangan yang kompak mengajak seluruh masyarakat dan para orang tua senantiasa menyediakan dan meluangkan waktu untuk bahagia bersama keluarga.

“Bersyukurlah bagi kita yang masih punya keluarga dan berkesempatan kumpul bersama keluarga. Maka jangan disia-siakan momen itu untuk berbagi kebahagiaan  kepada istri, anak-anak, orang  tua dan keluarga kita”, ujar Gubernur NTB yang akrab disapa Doktor Zul pada puncak peringatan hari keluarga Nasional ke 26 di halaman Kantor Bupati Bima, Minggu, 30 Juni 2019.

Menurut gubernur, di era yang serba modern sekarang ini, memang tidak mudah memaknai keluarga dalam arti yang sejahtera dan bahagia. Kadangkala ada keluarga yang dihadapkan pada kesulitan ekonomi, hidup di sebuah desa yang jauh di pedalanan, menginginkan anaknya sekolah dan mendapatkan kesempatan meniti karir  yang terpisah di perkotaan, sehingga akhirnya jarang bisa berkumpul. Sebaliknya ada pula keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi yang berkecukupan, bahkan kemewahan ekonomi. Akan tetapi karena memiliki kesibukan yang luar biasa, terkadang sulit juga untuk mencari waktu dapat berkumpul dan merajut kebahagiaan bersama keluarga.

Karena itu, gubernur mengajak untuk kembali meletakkan keluarga sebagai tempat menyemaikan nilai-nilai kebaikan dan pondasi untuk membangun karakter  bagi anak-anak kita kedepan.  Yakni merajut keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Dipilihnya Bima sebagai tuan rumah peringatan Harganas tahun ini, menurut gubernur, bukanlah suatu kebetulan. Tetapi karena memang masyarakat Bima memaknai keluarga dalam pengertian yang sangat dalam. Kita harus banyak belajar dari Bima karena Bima memiliki rasa kekeluargaan yang luar biasa.

Baca juga:  Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan dan Kesehatan Keluarga di NTB

“Walaupun bukan saudara sekandung. Tapi kalau berasal dari tanah yang sama, memiliki bahasa dan budaya yang baik, maka akan diakui menjadi keluarga besar Bima,” terangnya.

‘’Ini merupakan karakter yang sangat baik,’’ terang Doktor Zul. Mudah-mudahan dengan memaknai semangat kekeluargaan yang sangat luas tersebut, kita dapat menyemaikan semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat. “Kebersamaan yang diretas di Bima, mampu kita tularkan bukan hanya untuk masyarakat Bima tapi bisa melebar ke Dompu, Sumbawa dan Lombok. Bahkan semangat kekerabatan itu bisa menjadi kontribusi sosial  bagi kita untuk menghadirkan NTB Gemilang,’’ ungkap gubernur.

Doktor Zul juga mengungkapkan filosofi hidup sebagai sebuah proses pembelajaran. Menurutnya, orang yang bisa terbang setinggi-tingginya maka mereka akan belajar dari burung. Demikian juga ada orang mau hebat berenang dan menyelam, maka mereka akan belajar dari ikan. Namun hal yang tidak mudah bagi kita sebagai manusia yang hidup di dunia modern, kata gubernur adalah harus banyak belajar menjadi manusia yang baik.

Hal senada diungkapkan Deputi Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. dr. M. Yani, M,Kes. Menurutnya, di era digital sekarang ini,  muncul fenomena baru yang banyak berpengaruh dan menggeser tatanan hubungan dalam keluarga. Di mana para tua tidak lagi menjadi role model dalam menanamkan karakter anak. Banyak orang tua melimpahkan tanggung jawab mengasuh dan mendidik anak-anak kepada kakek nenek dan para pembantunya.

Baca juga:  Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan dan Kesehatan Keluarga di NTB

Selain itu, muncul pula gejala ketergantungan pada beragam permainan di dunia maya seperti kecanduan game online. Bahkan  WHO telah menetapkan kecanduan semacam itu sebagai suatu penyakit yang tidak mudah mengatasinya. Kecanduan game online, dan anak-anak yang terpapar video pornografi yang menyebar  sangat mudah melalui medsos, kata M.Yani pengaruhnya sangat buruk terhadap karakter generasi bangsa kita.

Karena itu, kepada orang tua, ia menghimbau agar meluangkan waktu untuk berkumpul dan berinteraksi bersama-sama anak-anak. Memberi perhatian kasih sayang dan pendidikan, bukan hanya pendidikan dan kecerdasan intektelektual akademis, melainkan juga yang tidak kalah pentingnya adalah menanamkan karakter kepribadian yang kuat.

Pada Harganas yang mengusung tema “Keluarga Nasional Momentum Bersama Meraih NTB Gemilang”,  itu dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan untuk mendorong terwujudnya keluarga Bahagia dan Sejahtera.  Di antaranya sosialisasi 1.000 hari pertama kehidupan atas kerjasama 10 kabupaten/kota, pemilihan Duta Genre, Seminar Gerakan Pengasuhan Ayah, Seminar Kewirausahaan, Seminar Kependudukan serta Lomba Foto dan Vlog Bahagia Bersama Keluarga bagi masyarakat NTB.

“Momen bahagia itu merupakan upaya yang sangat baik untuk menyatukan keluarga dan diharapkan dapat menginspirasi sekaligus menebar aura kebahagian bagi yang melihatnya,” ujar Hj. Niken.

Ada juga lomba penulisan artikel tentang keluarga. Pemberian santunan bagi 100 anak yang mengalami stunting serta berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya seperti donor darah, pelayanan kesehatan dan bedah rumah. (r)