Pembebasan Lahan Sirkuit MotoGP, Gubernur dan Bupati Loteng Turun Tangan

Kawasan The Mandalika terus berbenah dan membangun fasilitas pendukung sebagai destinasi wisata. Kawasan wisata ini akan semakin lengkap, denganakan hadirnya Sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) terus mendekati masyarakat pemilik lahan lokasi pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika. Bahkan, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc dan Bupati Lombok Tengah (Loteng), H. M. Suhaili FT, SH turun tangan memfasilitasi agar pembebasan lahan sirkuit MotoGP segera tuntas.

‘’Tim itu sedang bekerja di bawah. Yang namanya untuk membangun pengertian. Jadi ikhtiar normatif sudah dilakukan. Gubernur,bBupati turun tangan memfasilitasi semua itu,’’ kata Komisaris PT. ITDC, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 27 Juni 2019 siang.

Gita menjelaskan, tahapan-tahapan formal sudah dilalui ITDC. Misalnya, melakukan appraisal tanah milik masyarakat yang akan dibebaskan dengan menggunakan tim appraisal. Sesuai hasil appraisal independen, harga lahan antara Rp70 – 80 juta per are.

Baca juga:  MGPA Luncurkan Desain Resmi MotoGP Mandalika

Ia menyebutkan, memang ada beberapa opsi bagi pemilik lahan terkait masalah lahan sirkuit MotoGP. Di samping ada pola jual beli, ada juga opsi untuk ruislag. Tetapi masyarakat maunya menjual.

‘’Di samping pola jual beli ada pola ruislag, tentu melalui tim appraisal juga nilai tanahnya ini. Kemudian ke mana lokasi diinginkan, diappraisal juga. Opsi-opsinya ada. Tapi masyarakat maunya menjual,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ini mengatakan, saat ini proses pembebasan lahan sedang berjalan. ITDC dibantu Pemda sedang melakukan pendekatan kepada masyarakat. Ia optimis, persoalan pembebasan lahan ini akan selesai sebelum konstruksi pembangunan sirkuit MotoGP sekitar akhir tahun ini.

Baca juga:  MotoGP Mandalika Diyakini akan Jadi Event MotoGP Terbaik

Diketahui, konstruksi pembangunan Sirkuit Mandalika akan mulai dilakukan September – Oktober mendatang. Sedangkan sirkuit akan digunakan pada sekitar bulan Maret 2021.

Mendukung keberadaan Sirkuit Mandalika, sejumlah infrastruktur pendukung akan dibangun dengan pendanaan dari APBN dan APBD. Antara lain, penambahan kapasitas Bandara Internasional Lombok berupa perpanjangan runway, apron dan terminal.

Kemudian pembangunan jalan by pass BIL-KEK Mandalika, pembangunan akses jalan Pelabuhan Gili Mas menuju BIL – KEK Mandalika. Selanjutnya, pelebaran jalan provinsi di sisi utara KEK Mandalika.

Selain itu, pembuatan embung retensi, pengendalian alihfungsi lahan dan normalisasi daerah aliran sungai. Serta pembangunan rumah sakit untuk kebutuhan balap, penonton dan masyarakat. (nas)