17 ASN akan Belajar Mitigasi Bencana ke Australia

Hj. Hartina (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB akan mengirim 17 Aparatur Sipil Negara (ASN) belajar mitigasi bencana ke Australia. Hal ini merupakan tindaklanjut dari kunjungan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc ke Australia sampai Jumat besok.

Demikian disampaikan, Asisten III Administrasi Umum dan Aparatur Setda NTB, Ir. Hj. Hartina, MM, Rabu, 26 Juni 2019. Ia  menyebutkan, sebanyak 17 ASN Pemprov NTB diberikan peluang belajar mitigasi bencana di Darwin, Australia.

‘’Posisi Pak Gubernur ada di Darwin. Beliau  akan mengirim ASN 17 orang, diberi peluang untuk untuk short corse gratis ke Darwin,’’ ungkap Hartina.

Beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang disebut akan dikirim belajar mitigasi bencana ke Australia. Diantaranya, Staf Ahli Gubernur, Ir. Mohammad Rum, MT, Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH, Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, M.PH, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. L. Hamzi Fikri, MM, MARS.

Tujuan mengirim beberapa pimpinan OPD tersebut karena tupoksi mereka berkaitan dengan masalah kebencanaan. Terutama untuk Kepala Dikes dan Direktur RSUD Provinsi NTB, berkaitan dengan penanganan bencana yang berkaitan dengan bidang kesehatan.

Hartina mengungkapkan kendala ASN untuk belajar ke luar negeri terutama terkait dengan kemampuan bahasa Inggris. ASN yang dikirim belajar ke luar negeri harus pandai bercakap dan menulis bahasa Inggris.

Baca juga:  Daerah Rawan Bencana, NTB Harus Punya Mitigasi Bencana yang Baik

Hartina menambahkan, kesempatan belajar gratis ke Australia masih berkaitan dengan mitigasi bencana. Sedangkan untuk pengembangan peternakan masih belum ada.

‘’Pak Gubernur mencari peluang agar ASN dapat  belajar ke luar negeri. Kalau yang diberikan ke kita sekarang baru di bidang kebencanaan,’’jelasnya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memenuhi undangan Pemerintah Northern Territory (NT), Australia, Senin, 24 Juni 2019. Kunjungan ini digelar guna melihat kesiapan pemerintah setempat dalam menghadapi berbagai bencana.

Gubernur diagendakan akan berada di Australia hingga Jumat, 28 Juni 2019 mendatang. Di hari pertama kunjungannya, gubernur berkunjung dan menggelar pertemuan di National Critical Care and Trauma Response Centre, Darwin.

Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul ini pun menerangkan makna kunjungannya kali ini. Menurutnya Northern Territory merupakan salah satu daerah yang menjadi tetangga terdekat NTB. Penerbangan Lombok-Darwin hanya memakan waktu sekitar satu setengah jam saja.

Menurut Doktor Zul, agenda kunjungan ini memiliki makna penting sebagai sebuah proses pembelajaran mengenai kebijakan mitigasi bencana. Sebagai daerah yang rawan gempa, NTB tentunya membutuhkan kebijakan mitigasi bencana yang andal. Berkunjung ke Northern Territory, menurut Doktor Zul, telah memberikan gambaran mengenai berbagai pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana.

Baca juga:  Ratusan Miliar Dana Bencana Mengendap Jadi Catatan BPKP

Di National Critical Care and Trauma Response Centre, Darwin, gubernur mendapatkan gambaran bagaimana kebijakan penanganan bencana benar-benar telah dipersiapkan. Berbagai kebutuhan warga di saat bencana, telah dipersiapkan. Nantinya, pasokan kebutuhan ini siap didistribusikan jika sewaktu-waktu bencana datang.

Gubernur juga melihat sendiri bagaimana makanan-makanan siap konsumsi telah disiapkan untuk tim dan warga dalam kondisi darurat bencana. Tidak hanya makanan, berbagai kebutuhan lain seperti tenda berbagai ukuran, obat-obatan, selimut dan kebutuhan lainnya sudah tersedia. Bahkan, kebutuhan seperti boneka untuk anak-anak kecil di daerah bencana juga sudah ada.

Selain mengunjungi National Critical Care and Trauma Response Centre, Darwin, gubernur yang akrab disapa Doktor Zul ini juga menggelar kunjungan kehormatan ke Konsulat Jenderal RI di Darwin, Dicky D. Soerjanatamihardja. Lalu, berlanjut dengan agenda kunjungan serta pertemuan dengan jajaran civitas academica Charles Darwin University.

“Konjen Indonesia akan membantu untuk membuka akses pendidikan dan training di NT. Juga memberikan pelatihan agar anak-anak muda NTB bisa bekerja di NT,” sebutnya.

Sementara, dari kunjungannya ke Charles Darwin University, Doktor Zul juga mengabarkan bahwa perguruan tinggi terkemuka itu membuka kesempatan bekerjasama dengan NTB. “Mereka memperlihatkan apa-apa saja yang mereka bisa lakukan untuk NTB,” tandasnya. (nas)