Kapal Penyeberangan Lombok-Surabaya Berpeluang Bertambah

KMP LEGUNDI (suarantb.com/ist)

Mataram (Suara NTB) – Penyeberangan Lombok-Surabaya atau sebaliknya, yang saat ini dilayani KM. Legundi berpotensi bertambah. Salah satu investor yang tertarik melayani rute penyeberangan ini telah berkoodinasi dengan Gapasdap (Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan).

Hal ini dikemukakan Ketua Gapasdap Wilayah Lembar, Denny F. Anggoro kepada Suara NTB di Mataram, Selasa, 25 Juni 2019, menyusul masih banyaknya keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat yang mengakibatkan pergerakan orang dan barang saat ini nyaris mandek.

Denny mengatakan, masyarakat tak perlu cemas. Gapasdap siap dan setia dengan layanan teratur dan pasti serta tarif yang pasti serta ekonomis. Untuk penyeberangan Lembar (Lombok) – Padang Bai (Bali), saat ini anggota Gapasdap  melayani dengan 39 kapal penyeberangan.

Lalu Lombok-Surabaya yang dilayani Legundi, besar kemungkinan dalam waktu tak lama lagi akan bertambah jumlah kapal yang melayaninya. Bahkan kapal yang rencananya akan masuk, berkapasitas jauh lebih besar daripada kapasitas Legundi.

Ketertarikan investor ini masuk untuk mengisi penyeberangan Lombok-Surabaya, karena melihat potensinya. Apalagi pada musim lebaran Idul Fitri kemarin, okupansi Legundi naik di atas 20 persen.

Pilihan menggunakan penyeberangan laut, kata Denny, lebih cenderung karena biaya yang dikeluarkan jauh lebih rendah. Dibanding harga tiket pesawat saat ini. selain itu, ada kepastian pemberangkatan dan jadwal tiba. Ditambah lagi, kapasitas barang bawaan yang tak mengatur biaya untuk berat tertentu.

“Pakai kapal laut, ya sekuatnya bawa barang bawaan. Ndak ada dihitung berbiaya,” tegas Denny.

Selain rencana penambahan kapal untuk Lombok – Surabaya, Denny juga menyebut rencana investor kapal untuk mengisi rute Badas (Sumbawa) – Surabaya. Rencananya kapal pengangkut barang untuk memudahkan pengangkutan komoditas ekspor yang ada di Pulau Sumbawa ke Surabaya.

“Potensi jagung yang memuat investor tertarik mengisi penyeberangan Badas-Surabaya. Bisa juga untuk muat kendaraan, bawang, dan barang lainnya,” demikian Denny. Gapasdap akan menggelar Rakernas pada 4-5 Juli di Surabaya.

Denny mengatakan, akan menyampaikan potensi-potensi yang ada di Lombok dan Sumbawa kepada seluruh pengusaha kapal yang menjadi anggota Gapasdap. Bahkan bila memungkinkan, diupayakan anggota Gapasdap bersilaturrahim dengan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah terkait potensi dan kebijakan daerah kepada investor. (bul)