TKW Korban Kebakaran di Arab Saudi Tak Terima Asuransi

Abdul Hadi (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB tak dapat memperjuangkan asuransi bagi TKW korban kebakaran di Arab Saudi. Mengingat, pemberangkatannya melalui jalur tak resmi, alias ilegal. Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Dr. Muhammad Agus Patria, SH, MH melalui Kepala Bidang Penempatan dan Peluasan Kerja, Abdul Hadi, S.Sos, MM.

Berdasarkan koordinasi intens dengan Kementerian Luar Negeri, dari empat TKW asal NTB yang menjadi korban kebakaran, baru dua diantaranya telah teridentifikasi. Kebakaran terjadi di rumah majikan tempatnya bekerja diduga akibat korsleting listrik. “Dan dipastikan, korban ini berangkat non prosedural. Tidak bisa kita perjuangkan asuransi dan hak-hak lainnya. Kalau dia berangkat secara legal, asuransinya Rp120 juta per orang,” kata Abdul Hadi.

Karena itu, Pemprov NTB sangat menyayangkannya. Karena itulah, masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar menggunakan jalur-jalur resmi dan sesuai prosedur pemerintah agar pemerintah dapat menjadi garda terdepan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa TKI/W di luar negeri.

Seperti diketahui, terjadi musibah kebakaran di daerah Nakasar, Mekah Arab Saudi pada 20 Juni 2019. Kebakaran tersebut mengakibatkan empat TKW asal NTB menjadi korban dan meninggal dunia. Dari empat korban tersebut, dua diantaranya telah berhasil diidentifikasi. Masing-masing, seperti informasi yang diterima Pemprov NTB dari Kementerian Luar Negeri.

Dua warga NTB yang telah teridentifikasi ini, seperti di terangkan Abdul Hadi, Selasa (25/6) kemarin diantaranya, Ida Rohayani 32 tahun asal Desa Gerintok Kecamatan Renteng Lombok Tengah. Dan Kaini 32 tahun asal Desa Wakul Kecamatan Praya, Lombok Tengah.

Kedua korban berangkat tidak secara resmi. Mengingat, berdasarkan Permenaker No. 260 tahun 2016, bahwa penempatan TKI ke kawasan Timur Tengah sampai saat ini masih dilakukan moratorium. Dua lainnya yang belum teridentifikasi masih menunggu informasi lanjut dari Kementerian Luar Negeri.

Abdul Hadi, terus menjalin komunikasi ke pusat. Sementara dua korban yang telah teridentifikasi oleh Kemenlu telah dikomunikasikan dengan pihak keluarga/ahli waris. Keluarga korban telah menerima informasi tersebut, serta bersedia agar keluarganya yang terkena musibah dimakamkan di Arab Saudi.

“Kelurga di Lombok Tengah sudah sepakat dan menyetujui  yang dibuktikan dengan surat kuasa ke Kemenlu, bahwa kedua korban dapat dimakamkan di Arab Saudi,” demikian Abdul Hadi. Atas kejadian ini, Abdul Hadi mengingatkan kepada masyarakat agar menjadikannya pelajaran. Sebaiknya menggunakan jalur resmi dan negara-negara penempatan yang masih diperbolehkan untuk bekerja. (bul)