NTB Punya Dua Cagar Biosfer Dunia, Ini Kata Gubernur

Zulkieflimansyah (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan, NTB merupakan provinsi yang unik di Indonesia. Pasalnya, dua gunung yang ada di NTB, yakni Rinjani dan Tambora ditetapkan menjadi cagar biosfer dunia.

Bahkan, Rinjani sudah menjadi geopark dunia. Sedangkan Tambora sedang berproses untuk menjadi geopark dunia. ‘’Sekarang NTB ini termasuk provinsi yang unik. Kita ada dua gunung besar, Rinjani dan Tambora sekarang menjadi cagar biosfer internasional,’’ kata gubernur dikonfirmasi di Mataram, Selasa, 18 Juni 2019 siang.

Dengan menyandang predikat sebagai cagar biosfer dunia maka Rinjani dan Tambora akan menjadi tempat belajar yang sesungguhnya. Mulai dari aspek pariwisata, membangun ekonomi dan juga menghasilkan banyak eksplorasi. ‘’Dan saya kira ini keberuntungan luar biasa buat NTB,’’ imbuhnya.

Bahkan, akhir tahun ini Lombok akan menjadi tuan rumah pertemuan internasional jaringan geopark Asia Pasifik. Dengan ditunjuknya Lombok, NTB sebagai tuan rumah pertemuan internasional tersebut, orang nomor satu di NTB ini berharap semakin memberikan kesan Lombok dan Sumbawa menjadi tempat yang sangat layak dan menantang untuk dinikmati serta dikunjungi para wisatawan.

Kawasan Teluk Saleh, Moyo dan Tambora (Samota) resmi menyandang status sebagai cagar biosfer dunia. Penyerahan sertifikat Samota menjadi cagar biosfer dunia dilakukan dalam acara The International Coordinating Council Of The Man, And The Biosphere Programme, UNESCO di Paris, 17 – 21 Juni 2019.

Pemprov NTB memiliki sejumlah alasan untuk mendorong agar Samota dijadikan cagar biosfer dunia. Pertama, karena Samota berada di antara bukit dan pegunungan yang di dalamnya terdapat berbagai

flora dan fauna yang dilindungi.

Selain itu, Samota juga merupakan lokasi dari Gunung Tambora yang diketahui pernah menjadi salah satu erupsi volcano terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Kedua, deklarasi Samota menjadi cagar biosfer diharapkan dapat memfasilitasi dan mempercepat pemerintah daerah dalam upaya mencapai SDGs di daerah masing-masing

Ke tiga, dengan dideklarasikannya Samota sebagai cagar biosfer, akan memberikan manfaat kepada NTB dalam rangka melindungi sumber alam dan mempercepat kesejateraan ekonomi dan sosial di dalam provinsi tersebut

Ke empat, Rinjani dan Samota akan menjadi tuan rumah 13rd South East Biosphere Reserve Network tahun depan. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi NTB dengan mendatangkan pengunjung dan juga upaya memperbaiki kondisi di daerah. Kelima, dengan dideklarasikannya Samota sebagai cagar biosfer, menjadi bukti dan komitmen Pemprov NTB mendukung pengembangan berkesinambungan.

Ada sejumlah manfaat yang bisa diperoleh dengan ditetapkannya Samota menjadi cagar biosfer dunia. Pertama, hal ini akan memberikan kontribusi dalam rangka mewujudkan cita-cita konvensi keanekaragaman hayati.

Kedua, akan menjadi media kerjasama antar pengelola cagar biosfer di seluruh dunia. Ketiga, dapat digunakan sebagai penelitian ilmiah, pemantauan global dan pelatihan pakar dari seluruh dunia.

Saat ini, terdapat sejumlah wilayah yang telah ditetapkan sebagai cagar biosfer di Indonesia. Wilayah itu antara lain, Gunung Leuser, Pulau Siberut, Lore Lindu, Pulau Komodo, Gunung Gede Pangrango, Tanjung Putting, Giam Siak, Taman Laut Wakatobi, Bromo-Semeru-Tengger-Arjuno, Taka Bonerate, Blambangan, Berbak Sembilang, Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu, Rinjani, Lore Rindu dan Samota. Dua wilayah terakhir akan dideklarasikan tahun 2019 di Paris. (nas)