Kisah Kepala Dinas NTB Malu Sama Mantan Gubernur

Manggaukang Raba (Suara NTB/ham)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Dr. Ir. H. Manggaukang Raba, MM., mengaku pernah malu sama mantan Gubernur NTB Drs. H. Lalu Serinata. Bagaimana tidak, saat Gubernur NTB periode 2003-2008 ini bersurat secara pribadi meminta biodatanya selama menjabat sebagai Gubernur NTB di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, instansinya tidak memiliki.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi dirinya ketika dipercaya oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., MSc., dan Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd., sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB untuk melengkapi koleksi buku dan arsip tokoh-tokoh NTB di masa lalu dan sekarang.

‘’Sudah cara cari tidak ada. Apalagi, gubernur yang dulu dari pertama. Makanya, selesai ini (renovasi, red) saya mau buat boks. Ini boksnya Ruslan Tjakraningrat dan lainnya. Seperti di Perpustakaan Nasional, ada foto-fotonya dan buku-bukunya, kita taruh di situ,’’ terangnya, pada Suara NTB, Senin, 17 Juni 2019.

Tidak hanya arsip mantan gubernur, ujarnya, pimpinan DPRD dan anggota DPRD NTB sejak awal berdiri hingga sekarang juga akan berusaha dilengkapi. Adanya arsip ini, setidaknya memberikan informasi kepada generasi muda NTB mengenai sejarah dan pimpinan NTB di masa lampau. Untuk itu, sebagai pembina perpustakaan di daerah, pihaknya mulai dari sekarang intens mensosialisasikan Gerakan dan Sadar Arsip ke semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov NTB.

Dalam hal ini, ujarnya, semua OPD memiliki arsiparis dan pustakawan, sehingga buku-buku teknis terkait OPD ada di perpustakaan OPD. Mantan Kepala Biro Ekonomi Setda NTB ini, mencontohkan, jika ada pengunjung yang ingin membaca tentaang pertanian bisa datang ke Dinas Pertanian, begitu juga buku tentang perhubungan, bisa ke Dinas Perhubungan.

‘’Inilah yang menjadi tugas kami sebagai pembina perpustakaan untuk mengoptimalkan perpustakaan di OPD masing-masing,’’ terangnya.

Pada bagian lain, dirinya mengajak kaum milenial banyak membaca buku. Dengan banyak membaca buku, generasi muda bisa mengetahui pengetahuan dan informasi terhadap perkembangan yang terjadi. Meski sekarang ini, informasi bisa didapatkan lewat gawai, internet dan lainnya, menurutnya, membaca buku secara fisik mesti dilakukan.

Dalam upaya meningkatkan minat membaca dan kecintaan generasi muda pada buku, pihaknya menggelar sejumlah lomba serangkaian Hari Ulang Perpustakaan ke 39 dan Hari Kearsipan Nasional ke 42. Lomba-lomba yang digelar, ujarnya, lomba menulis dan membaca puisi, lomba mendongeng guru TK, lomba resensi buku, lomba bercerita tingkat SD/MI, lomba membuat artikel, lomba pidato bahasa daerah. Selain itu, ada lomba mewarnai tingkat TK yang digelar, Selasa (18/6) ini.

Bukan hanya lomba antar siswa, pihaknya juga menggelar lomba perpustakaan sekolah, lomba perpustakaan desa se NTB. ‘’Untuk lomba perpustakaan sekolah diraih SMAN 4 Praya Lombok Tengah dan berhak mewakili NTB ke tingkat nasional. Sementara yang mewakili perpustakaan desa ke tingkat nasional adalah Desa Rempung Lombok Timur,’’ terangnya.

Untuk perpustakaan Desa Rempung, pihaknya memberikan apresiasi pada Pemkab Lotim yang memberikan perhatian terhadap perpustakaan desa yang cukup bagus. Menurutnya, ini harus dicontoh pemkab lain di NTB. Begitu juga desa-desa harus mulai mengembangkan perpustakaan di desanya dengan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD).

Dalam hal ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB siap memfasilitasi dan memberikan bimbingan terkait pengelolaan buku. Termasuk memberikan bantuan berupa buku. Tidak hanya itu, pihaknya memperhatikan perpustakaan rumah ibadah, seperti masjid, pura atau gereja. Namun, ini masih belum maksimal, terutama beberapa rumah ibadah yang belum siap untuk perpustakaannya. (ham)