Jembatan Lombok-Sumbawa, Bisa Jadi Solusi Ketimpangan Pembangunan

Bambang M. Yasin dan Hj. Indah Dhamayanti Putri dan M. Husni Djibril (Suara NTB/dok)

Sumbawa (Suara NTB) – Wacana pembangunan jembatan penghubung Lombok- Sumbawa, mendapatkan banyak respons positif. Termasuk Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril B.Sc, yang menyambut positif rencana dimaksud. Dalam mendorong akselerasi ekonomi dan pariwisata di Pulau Sumbawa.

‘’Sangat setuju dan saya mengapresiasi rencana ini. Mudah-mudahan bisa diwujudkan. Jangan sampai hanya sekadar mimpi. Karena mesti dicari daratan terdekat antara Lombok dan Sumbawa, yang jika dikalkulasi tentu jaraknya cukup jauh, dalam hitungan beberapa kilometer. Berbeda dengan jembatan Suramadu, yang bisa terlihat antara dua daratan (Surabaya dan Madura),’’ terangnya ketika dimintai tanggapannya oleh Suara NTB, Kamis, 13 Juni 2019 kemarin, di ruang kerjanya.

Sebagai orang NTB, bupati tentu saja bangga dengan rencana spektakuler ini. Kalau bisa diwujdukan, maka ketimpangan kedua pulau, Lombok dan Sumbawa bisa diminimalisir. ‘’Luar biasa kalau bisa diwujudkan oleh Pemprov dan ini sangat mungkin diwujudkan. Bukan hanya akan tercipta akselerasi ekonomi. Ongkos dari Sumbawa atau sebaliknya bisa dihemat. Termasuk wisata Lombok juga bergeser ke Sumbawa,’’ kata H. Husni.

Keindahan alam yang menjadi daya tari wisata tidak hanya ada di Pulau Lombok. Tetapi Pulau Sumbawa juga menyimpan keindahlan yang tak kalah menariknya dari Gili Trawangan misalnya yang ada di Pulau Lombok. Sumbawa juga memiliki Pulau Moyo dan pulau pulau kecil ekstotis lainnya. ‘’Ketika jembatan tembus, maka efek pariwisata juga kan dahsyat di Pulau Sumbawa,’’ katanya optimis.

Baca juga:  2020, Pemprov Lakukan FS Proyek Jembatan Lombok - Sumbawa

Apresiasi senada juga disampaikan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE. Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bima menyambut baik rencana pembangunan jembatan di Selat Alas yang menghubungkan Pulau Lombok dan Sumbawa tersebut.

Bupati mengaku, telah mengetahui adanya wacana pembangunan jembatan penghubung tersebut. Hal tersebut juga baru dilakukan pre-feasibility study atau pra studi kelayakan

“Pemerintah Kabupaten Bima tentu saja menyambut baik rencana ini,” kata bupati kepada Suara NTB, Kamis, 13 Juni 2019.

Bupati yang akrab disapa Umi Dinda ini mengatakan, jika pembangunan jembatan penghubung tersebut mampu diwujudkan. Dampaknya akan memudahkan akses transportasi barang dan jasa antar dua

pulau. ‘’Imbasnya juga akan menggerakkan perekonomian di dua pulau ini,’’ katanya.

Meski demikian, bupati berharap proses atau tahapan pembangunannya perlu dilakukan studi secara komprehensif, dengan mempertimbangkan dampak positif maupun negatif yang akan mungkin timbul jika jembatan tersebut dibangun.

‘’Kita harap prosesnya tetap dikaji secara komprehensif. Sehingga pembangunannya betul betul memberikan dampak yang positif,’’ ujarnya.

Senada dengan Bupati Sumbawa dan Bupati Bima, Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin  juga memberi apresiasi positif. Namun demikian katanya, rencana itu harus dikaji lebih lanjut dan tidak sampai mengganggu penyeberangan laut yang sudah ada.

‘’Saya setuju. Dari pada nunggu lama – lama (antre masuk kapal), berdesak – desakan dan muntah mabuk laut,’’ kata H. Bambang M. Yasin saat diminta tanggapannya terkait rencana pembangunan jebatan penghubung Lombok – Sumbawa di Dompu, Kamis, 13 Juni 2019.

Baca juga:  2020, Pemprov Lakukan FS Proyek Jembatan Lombok - Sumbawa

Kendati demikian, H. Bambang meminta, rencana pembangunan jembatan tersebut harus dikaji secara detail setiap aspeknya dengan memperhatikan kepentingan nasional dan tingkat pemanfaatannya. “Sampai saat ini, dengan (kapal) ferry saja, hanya masalah waktu tempuh saja yang susah diestimasi dan cuaca. Kalau daya tampung, belum terlalu masalah,’’ ujarnya.

Sebagaimana diketahui, rencana pembangunan jembatan penghubung Lombok – Sumbawa ini diusulkan Pemerintak Kabupaten Sumbawa Barat dan didukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Bahkan sudah dilakukan pre FS untuk rencana pembangunan jembatan sepanjang 16 Km di atas permukaan laut ini dan secara tekhnis bisa dilakukan. Setelah pre FS harus diikuti dengan fisibiliti study (FS) dan memperhatikan berbagai aspek termasuk keekonomiannya.

Pembangunan jembatan penghubung Lombok – Sumbawa ini dinilai menjadi jawaban untuk mempercepat pembangunan kedua wilayah. Terlebih jalur pelabuhan Lombok – Sumbawa ini merupakan jalur transportasi barang nasional untuk jalur darat hingga NTT.

Investor asal Korea Selatan yang tergabung dalam Korindo Group dikabarkan telah merampungkan pre-FS pembangunan jembatan penghubung Lombok-Sumbawa.

Bahkan berdasarkan hasil pre-FS atau pra studi kelayakan yang dilakukan akhir 2018 lalu, pembangunan jembatan penyeberangan sepanjang 16 Km di Selat Alas tersebut layak secara teknis. (arn/uki/ula)