Pariwisata Sembalun Mulai Bangkit Pascagempa

Kegiatan perkemahan wisatawan lokal di Bukit Tanah Abang Sembalun dengan latar keindahan Gunung Rinjani. (Suara NTB/ist_kambar sembalun)

Selong (Suara NTB) – Geliat pariwisata di Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur mulai menggeliat. Gempa yang mengguncang Agustus 2018 lalu sempat membuat sektor ini terpuruk. Sejak akhir pekan kemarin, sejumlah spot wisata mulai dibuka.

Penantian panjang wisatawan pun mulai berakhir dengan dibukanya kembali bukit bukit untuk kegiatan trekking dan camping ground. Paling menantang, wisata udara menggunakan paralayang. Sejak Sabtu, 8 Juni 2019, kunjungan wisatawan yang didominasi wisatawan domestik, khususnya remaja yang gemar wisata outdoor.   Bukit sekitar Gunung Rinjani ini relatif mudah dijangkau dengan ketinggian sampai 1.700 Mdpl, sehingga jadi favorit kalangan remaja.  Pemandangan latar puncak Gunung Rinjani dan hamparan kebun dan sawah jadi jualan para pelaku wisata.

Baca juga:  Potensi Besar Wisatawan China Perlu Digarap Serius

Menurut pegiat pariwisata Anto Cepen Sembahulun, setelah melalui rapat dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pelaku wisata lainnya, akhirnya disepakati dibuka.

‘’Alhamdulillah, sudah mulai dibuka. Kunjungan wisatawan mulai terlihat. Aktivitas kami jadi hidup lagi,’’ kata Anto dihubungi Suara NTB, Selasa, 11 Juni 2019 kemarin.

Sejumlah kawasan   yang dibuka seperti Bukit Pergasingan,  Bukit Selong dan  Bukit Telaga serta Bukit Lenteng Marpar. Sejak gempa, bukit bukit ini ditutup untuk kunjungan karena dianggap berbahaya. Pilihan lain untuk wisatawan, olahraga paralayang melalui Bukit Lenteng Marpar menyuguhkan lanskap perbukitan Sembalun yang mengelilingi petakan kebun indah.  Termasuk Bukit Tanah Abang Sembalun yang  baru dibuka, mulai jadi primadona pendaki.

Baca juga:  Bangkitnya Wisata di Rinjani, Setahun Pascagempa

Kepala Desa Sembalun, Harimin dihubungi Suara NTB sore kemarin mengaku lega. Dengan dibukanya sejumlah spot wisata itu, sangat positif bagi kebangkitan perekonomian masyarakat desa.  Ini juga akan berdampak pada minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

‘’Kami yakin, perekonomian, khususnya Sembalun akan bangkit kembali pascagempa,’’ ujar Harimin.

Ia mendukung penuh warga, khususnya remaja yang punya inisiatif membangkitkan pariwisata desa. Aparat desa dan para pegiat wisata desa pun bersama-sama melakukan pembersihan di alun-alun kecamatan, termasuk titik-titik kawasan wisata demi kenyamanan pengunjung.

Ia berharap, situasi ini akan terus berkembang seiring ramainya kunjungan. Sebab 60 persen masyarakat setempat  menggantungakan hidup  dari wisata, sebakian berkebun dan pegawai negeri. (ars)