Tambah Libur, 34 ASN Disanksi Ganda

Fathurrahman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pascalibur Lebaran 1440 H, sebanyak 307 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov NTB tidak masuk kerja pada Senin, 10 Juni 2019. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 ASN kena sanksi ganda berupa pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) 50 persen dan teguran atau sanksi ringan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si menjelaskan 307 ASN yang tidak masuk kerja terdiri dari 143 orang cuti, TD 54 orang, TB 29 orang, terlambat 10 orang, sakit 47 orang dan tanpa keterangan 34 orang. Disebutkan, total ASN Pemprov NTB sebanyak 6.851 orang, yang masuk kerja hari pertama pascalibur lebaran 6.534 orang atau 95,37 persen.

Baca juga:  Nasib 223 P3K Pemprov Masih Menggantung

‘’ASN Provinsi NTB terekap 34 orang tidak hadir tanpa keterangan tersebar di masing-masing OPD,’’ sebut Fathurrahman, Senin, 10 Juni 2019 siang.

Ia merincikan, ASN yang paling banyak tidak masuk tanpa keterangan berada di RSUD Provinsi NTB sebanyak 18 orang, Dinas Dikbud 4 orang, Sekretariat DPRD NTB 2 orang, Dinas Sosial 1 orang, RSJ Mutiara Sukma 1 orang. Kemudian BPBD 1 orang, Bappeda 1 orang, Biro Perekonomian 2 orang, Biro Kerjasama 1 orang, Dinas ESDM 1 orang, Diskominfotik 1 orang dan DP3AP2KB 1 orang.

Fathurrahman menegaskan, ASN yang tidak masuk kerja tanpa keterangan kena sanksi dobel (ganda). Sanksi pertama berupa pemotongan TKD sebesar 50 persen. Ke dua, diberikan sanksi ringan berupa teguran. Selama beberapa hari ke depan, ASN yang tidak masuk kerja tanpa keterangan ini akan terus dipantau kehadirannya. Apabila tetap menambah libur, maka dikenakan sanksi ringan hingga berat.

Baca juga:  Nasib 223 P3K Pemprov Masih Menggantung

Dibandingkan tahun sebelumnya, ungkap Fathurrahman, ASN yang tidak masuk kerja tanpa keterangan meningkat. Tahun lalu, hanya 14 orang, tetapi sekarang 34 orang. Pihaknya belum mengetahui penyebab ASN tersebut menambah libur lebaran. Padahal jauh-jauh hari mereka sudah diingatkan jangan menambah libur.

‘’Ada peningkatan dari tahun kemarin. Kita tak tahu mungkin ada hal yang membuat mereka tidak masuk kerja,’’ tandasnya. (nas)